Muhammad Abdullah Azzam
28 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
Dildar Baykan
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) mendeportasi seorang remaja Palestina yang diterima kuliah di Universitas Harvard.
Otoritas AS membatalkan visa pemuda Palestina itu setelah dia tiba di negara tersebut.
Menurut laporan dari Crimson, platform media Universitas Harvard bahwa seorang remaja Palestina bernama Ismail Ajjawi tiba di Bandara Internasional Logan di Boston pada Jumat malam lalu untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Harvard.
Setibanya di bandara, remaja kelahiran Palestina berusia 17 tahun dan tinggal di Lebanon itu diinterogasi berjam-jam oleh petugas imigrasi.
Melalui sebuah pernyataan tertulis, Ajjawi menceritakan bahwa seorang petugas memeriksa laptop dan telepon genggamnya.
Para petugas memeriksa akun media sosial dan dirinya diinterogasi karena akun teman-temannya menyebarkan konten-konten politik.
Ajjawi mengatakan dia diinterogasi selama sekitar 8 jam. Meski akunnya tak memiliki konten politik namun para petugas tetap kekeh untuk mendeportasi dirinya.
Juru bicara Universitas Harvard Jonathan Swain mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Meski Departemen Luar Negeri AS tak memberikan pernyataan apapun soal masalah ini, namun Juru Bicara Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Michael McCarthy menyebut Ajjawi tidak memenuhi syarat untuk memasuki negaranya.