Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Juli 2019•Update: 18 Juli 2019
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Amerika Serikat akan menyediakan USD29 juta untuk mendukung kelancaran pemilihan presiden Afghanistan yang akan datang, kata sebuah pernyataan resmi, Rabu.
Kedutaan Besar AS mengatakan Washington juga akan memperluas bantuan keuangan untuk merekrut pengamat domestik Afghanistan yang independen, sehingga untuk meningkatkan kepercayaan warga terhadap proses dan hasil pemilihan.
AS juga meminta komisi pemilihan umum untuk merekrut dan melatih staf tambahan dalam persiapan, pengadaan, serta verifikasi daftar pemilih dengan menggunakan perangkat biometrik.
Duta Besar AS untuk Afghanistan John R. Bass mendesak semua kandidat untuk menghormati hukum Afghanistan yang melarang para kandidat dalam untuk menggunakan sumber daya pemerintah untuk menguntungkan kampanye mereka.
''Kami mengharapkan semua kandidat, apakah mereka saat ini dalam posisi pemerintah atau tidak, untuk menahan diri dari menggunakan sumber daya pemerintah, apakah itu uang atau kekuatan untuk menunjuk orang, untuk menguntungkan kampanye mereka, '' ujar Bass.
Tawaran AS disampaikan satu hari setelah pengawas lokal mengklaim bahwa pemerintah Afghanistan tidak memiliki mekanisme untuk memastikan transparansi selama pemilihan presiden 28 September mendatang.
Sementara ambiguitas menyelimuti pemilihan presiden di tengah proses perdamaian yang dipercepat, komisi pemilihan umum Afghanistan telah merampungkan daftar calon peserta pemilu pada Senin.
Para kandidat tersebut di antaranya Presiden Ashraf Ghani, Wakil Presiden Abdullah Abdullah, mantan Penasihat Keamanan Nasional Haneef Atmar dan mantan pemimpin Mujahidin Gulbuddin Hekmatyar.