Safvan Allahverdi
24 Mei 2018•Update: 25 Mei 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pentagon pada Rabu mengatakan Tiongkok tidak akan diundang ke latihan militer Pasifik mendatang karena upaya dominasi Tiongkok atas Laut China Selatan.
"Amerika Serikat berkomitmen pada Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan dalam sebuah pernyataan tertulis.
"Militerisasi Tiongkok tanpa henti ke wilayah sengketa Laut China Selatan hanya akan menambah ketegangan di kawasan itu," tandas dia.
Sebagai tanggapan awal terhadap militerisasi Tiongkok di Laut China Selatan, AS mencoret Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), cabang Angkatan Laut Tiongkok, dari daftar partisipan Latihan Militer Lingkar Pasifik (RIMPAC) 2018.
"Tindakan Tiongkok tidak konsisten dengan prinsip dan tujuan latihan RIMPAC," jelas Logan.
Selain itu, Logan mengklaim bahwa AS memiliki "bukti kuat" bahwa Tiongkok telah mengerahkan rudal anti-kapal, sistem rudal SAM, dan jammer elektronik untuk mendominasi Kepulauan Spratly di Laut China Selatan, dan menyebut pendaratan pesawat pengebom di Pulau Woody menggelisahkan.
Dia juga mendesak Beijing untuk mencabut sistem militer sesegera mungkin dari wilayah Laut China Selatan yang menjadi sengketa.
Sengketa pulau-pulau buatan di Laut China Selatan dan operasi militer Tiongkok di wilayah itu terus-menerus memicu ketegangan antara AS dan negara-negara di kawasan itu.