Safvan Allahverdi
02 Februari 2018•Update: 03 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Kamis mengecam serangan roket yang diluncurkan oleh teroris PYD/PKK baru-baru ini yang menargetkan warga sipil di kota Kilis, Turki.
Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan juru bicara Pentagon Dana W. White, Direktur Staf Gabungan Letnan Jenderal Kenneth F. McKenzie mengatakan bahwa dia tidak memiliki informasi mengenai hal tersebut namun mengecam setiap serangan terhadap Turki.
"Kami bekerja sama dengan Turki untuk meminimalisir dampak ancaman ini," kata dia.
Menjawab pernyataan Anadolu Agency mengenai janji Pentagon untuk mengambil kembali senjata yang diberikan kepada SDF setelah pembebasan Raqqah dan Suriah dari Daesh, McKenzie mengatakan bahwa persediaan senjata tersebut akan dikumpulkan setelah berakhirnya operasi terhadap Daesh.
Dia mengklaim bahwa operasi tersebut masih berlangsung di dekat Lembah Eufrat dan senjata digunakan untuk tujuan yang baik oleh SDF yang merupakan topeng organisasi teroris PYD/PKK di Suriah.
Sebuah roket yang ditembakkan oleh teroris PYD/PKK di Suriah mendarat di Kilis pada Kamis di tengah operasi melawan terorisme yang dipimpin Turki di Afrin, barat laut Suriah.
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun yang bertujuan untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin.
Sejak saat itu, PYD/PKK telah menargetkan warga sipil dalam sejumlah serangan lintas batas terhadap Turki.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.