Jeyhun Aliyev
02 Agustus 2021•Update: 03 Agustus 2021
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Azerbaijan mengatakan bahwa pos-pos tentaranya di Republik Otonomi Nakhchivan diserang oleh pasukan Armenia pada Senin pagi.
"Pada 2 Agustus, sekitar pukul 03.27 (2327GMT), unit-unit angkatan bersenjata Armenia dari posisi-posisi dekat desa Arazdeyen di wilayah Vedi menembaki posisi-posisi Tentara Azerbaijan ke arah pemukiman Heydarabad di wilayah Sadarak di Republik Otonomi Nakhchivan," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.
Azerbaijan melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, dan mengatakan pihaknya merespons dengan tembakan balasan.
"Saat ini situasinya stabil. Unit kami mengendalikan situasi operasional," tambah kementerian.
Hubungan antara dua negara bekas Republik Soviet tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Upper Karabakh, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.
Bentrokan baru meletus pada September 2020 dan berakhir pada 10 November dengan gencatan senjata yang diperantarai Rusia.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama hampir tiga dekade.
Gencatan senjata dipandang sebagai kemenangan bagi Azerbaijan dan kekalahan bagi Armenia, yang angkatan bersenjatanya mundur sesuai dengan kesepakatan.
Sebuah pusat pengawasan gabungan Turki-Rusia didirikan untuk memantau gencatan senjata. Pasukan penjaga perdamaian Rusia juga telah dikerahkan di wilayah tersebut.