Ekip
24 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Alix Hardy
MEXICO CITY
Di bawah reformasi doktrin pertahanan negara yang kontroversial, Presiden Argentina Mauricio Macri mengumumkan Senin bahwa militer akan mengambil bagian dalam masalah keamanan internal, sekaligus meniadakan larangan militer untuk terlibat selama 12 tahun.
Dalam konferensi pers yang dilakukan di pangkalan militer Campo de Mayo, terletak 30 kilometer (19 mil) barat laut Buenos Aires, Macri mengatakan penting untuk bekerja sama.
Dekrit yang dikeluarkan tahun 2006 yang membatasi peran militer hanya untuk mempertahankan diri dari serangan negara lain akan dimodifikasi, kata dia..
Dokrin negara yang saat ini diadopsi dengan diktator militer antara tahun 1976 - 1983, yang dalam masa tersebut sebanyak 30.000 orang terbunuh atau "menghilang".
Dekrit itu menerjemahkan ulang peran militer, mengurangi kekuasaan militer dan mencegah militer melakukan intervensi masalah internal negara. Sejak tahun 1983, dana untuk militer juga dikurangi tidak lebih dari 1 persen GDP, yang menjadikan Argentina negara paling rendah dalam bujet untuk militer se-Amerika Selatan.
Dalam mengantisipasi reaksi pada reformasi tersebut, Macri berkeras bahwa tujuan dari rekonversi adalah untuk menghilangkan keraguan terhadap demokrasi dan militer dengan melakukan modernisasi, sehingga bisa mencapai tujuan utama : melindungi kedaulatan dan integritas teritorial Argentina.
"Ini adalah militer abad 21," Menteri Pertahanan Oscar Aguad menambahkan.
Aguad kemudian secara spesifik di TV lokal C5N mengatakan bahwa militer akan berlaku sebagai "kekuatan dissuasive" di perbatasan kota untuk mencegah kelompok pengedar narkotika, trafficking dan teroris yang tinggal disana.
Oposisi Agustin Rossi adalah satu dari mereka yang khawatir.
"Sejak 1983, sudah ada peraturan negara yang memisahkan masalah pertahanan nasional dengan keamanan internal. Melibatkan tentara dalam masalah narkotika dan trafficking adalah ilegal. Di negara seperti Meksiko, Colombia dan Brasil, keputusan semacam ini tidak berhasil," katanya.