Chandni
10 November 2017•Update: 11 November 2017
Ahmed al-Masri
DOHA, Qatar
Pada Kamis Arab Saudi memerintahkan warganya yang tinggal atau sedang berkunjung ke Lebanon agar "segera meninggalkan" negara tersebut, menurut kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
"Karena situasi di Republik Lebanon, warga Saudi yang tinggal atau mengunjungi Lebanon diminta agar segera meninggalkan tempat itu," kata SPA mengutip seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri.
Pengumuman itu datang hanya empat hari setelah ditunjuknya Walid bin Mohammed al-Yaqoub sebagai Duta Besar baru Saudi untuk Lebanon. Sebelumnya, jabatannya itu kosong selama 15 bulan.
Enam hari lalu juga Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dalam sebuah pidato televisi yang disiarkan dari Riyadh.
Dalam pidatonya, Hariri mengkritik Iran dan sekutu mereka di Lebanon, kelompok Hezbollah. Hariri menuduh mereka memupuk sentimen "makar" di wilayah itu dan campur tangan dengan urusan Arab.
Pengunduran dirinya belum diterima secara formal oleh Presiden Lebanon Michel Aoun, yang mengatakan Hariri harus kembali ke Lebanon untuk menjelaskan dirinya.
Kepala Hezbollah Hassan Nasrallah mengatakan "tidak ada alasan" untuk pengunduran Hariri dan menuduh Saudi lah yang memaksanya turun. Menteri Urusan Teluk Saudi Thamer al-Sabhan menepis anggapan bahwa Riyadh adalah dalang dibalik mundurnya Hariri sebagai "kebohongan" oleh Hezbollah dan sekutu mereka.
Hariri ditunjuk sebagai perdana menteri Lebanon pada akhir tahun lalu. Belum pengundurannya Sabtu kemarin, dia memimpin kabinet dengan 30 anggota termasuk representatif kelompok Hezbollah.
Pendukung Hariri, Arab Saudi, adalah musuh berat Iran di wilayah tersebu. Riyadh mendukung pihak oposisi Suriah, sedangkan Iran dan Hezbollah mendukung rezim Bashar al-Assad.