Afrika Selatan: Pengakuan Israel atas Somaliland Ancaman Langsung Stabilitas Tanduk Afrika
ISTANBUL
Pemerintah Afrika Selatan memperingatkan bahwa keputusan Israel mengakui Somaliland sebagai negara merdeka merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Tanduk Afrika.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin, Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menyatakan keprihatinan serius atas langkah Israel tersebut karena dinilai melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
“Langkah Israel melegitimasi fragmentasi dan berisiko memicu efek domino ketidakstabilan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Afrika Selatan menegaskan pihaknya secara tegas membedakan antara proses dekolonisasi dan pemisahan wilayah. Dekolonisasi, menurut Pretoria, bertujuan memulihkan kedaulatan, sementara pemisahan wilayah justru membongkarnya.
Dalam pernyataannya, Afrika Selatan juga menegaskan dukungannya terhadap prinsip uti possidetis yang dianut Uni Afrika, yakni penghormatan terhadap batas-batas wilayah yang diwarisi sejak kemerdekaan guna mencegah konflik. Pretoria menyerukan komunitas internasional untuk menolak apa yang disebutnya sebagai campur tangan eksternal Israel dan mendukung Somalia yang bersatu dan stabil.
Israel menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pertama yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat. Keputusan tersebut memicu kecaman luas, termasuk dari Türkiye yang merupakan sekutu dekat Somalia, serta sejumlah negara di Afrika dan Timur Tengah.
Penolakan internasional terus menguat terhadap pengakuan Israel atas Somaliland, yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.
Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, namun hingga kini tidak memperoleh pengakuan internasional. Wilayah tersebut beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan de facto, sementara pemerintah pusat Somalia kesulitan mengontrol wilayah itu dan para pemimpinnya gagal memperoleh pengakuan global.
Pemerintah Somalia di Mogadishu menolak mengakui Somaliland sebagai negara merdeka, memandangnya sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah nasional, serta menganggap setiap kesepakatan atau keterlibatan langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan negara.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
