Maria Elisa Hospita
09 Maret 2019•Update: 09 Maret 2019
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Afrika Selatan menyatakan komitmennya untuk mendukung Iran, meskipun negara yang kaya minyak itu tengah menghadapi banyak masalah.
"Saya ingin menekankan bahwa Afrika Selatan menganggap keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) sebagai hal yang patut disesali," kata Wakil Menteri Hubungan Internasional dan Kerja sama Reginah Mhaule kepada rekan sejawatnya dari Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah pertemuan di Cape Town.
Pada 2015, Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman menandatangani JCPOA yang akan mencabut sanksi atas Iran jika negara itu setuju untuk menangguhkan program nuklirnya.
Namun, tahun lalu, Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik partisipasi negaranya dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi ke Iran.
“Afrika Selatan selalu percaya pada diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai sebagai prinsip dan kami menganggap JCPOA sebagai sebuah pencapaian yang signifikan dalam hal ini,” kata Mhaule usai pertemuan.
Kedua wakil menteri juga mengadakan diskusi tentang sejumlah masalah bilateral selama Pertemuan Kelompok Kerja Wakil Menteri Afrika Selatan dan Iran ke-9.
"Terlepas dari semua kendala, kami [Afrika Selatan] tetap berkomitmen untuk terus mendukung Republik Islam Iran," tegas Mhaule.
Dia menyatakan bahwa negaranya yakin JCPOA akan menyediakan kerangka kerja yang diperlukan dan langkah-langkah membangun kepercayaan di mana Iran akan mampu mengimplementasikan aktivitas nuklirnya untuk tujuan damai.
"Saya yakin pertemuan hari ini akan menambah momentum lebih lanjut untuk hubungan bilateral kita sehingga Afrika Selatan dan Iran akan mampu menghadapi rintangan bersama," tambah Mhaule.