Umar Farooq
WASHINGTON
Para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara di negara bagian Michigan pada hari Selasa, di mana pada pemilihan tersebut Abdul El-Sayed menjadi calon gubernur Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat (AS).
Dokter Muslim dan dan peraih beasiswa Rhodes ini adalah mantan direktur Departemen Kesehatan Detroit. Dia secara tegas memfokus kampanyenya pada perawatan kesehatan universal untuk semua penduduk, pendidikan perguruan tinggi tanpa biaya, dan upah minimum 15 dolar per jam.
Seperti para pemimpin progresif sebelumnya, El-Sayed juga menolak untuk menerima uang perusahaan dari kelompok-kelompok yang berkepentingan.
Dia menghadapi persaingan berat di pemilu utama Demokrat karena menurut angka polling terakhir, saat ini dia tertinggal di belakang Gretchen Whitmer.
Tapi kader Demokrat ini menyebut dengan penuh harap, kemenangan Alexandrasia-Cortez yang mengecewakan di New York, serta kemenangan Senator Bernie Sanders atas Hillary Clinton dalam pemilihan presiden Demokrat di Michigan tahun 2016 sebagai bukti bahwa ia memiliki potensi untuk menang.
Menjelang pemungutan suara hari Selasa, Ocasio-Cortez dan Sanders bergabung untuk mendukung El-Sayed dalam pemilihan gubernur.
"Dua hari sebelum pemilu Demokrat di Michigan 2016, Senator @BernieSanders tertinggal 36 poin dalam polling. Namun dia memenangkan pertarungan itu, dan menunjukkan bahwa rakyat Michigan siap untuk politik yang mewakili kita semua," kata El-Sayed dalam sebuah tweet.
Pemilihan paruh waktu 2018 mencatat sejumlah umat Muslim telah mencalonkan diri sebagai pejabat politik sejak serangan 11 September 2001, menurut Jetpac, sebuah organisasi yang membantu Muslim Amerika mencalonkan diri untuk jabatan politik.
Sejak pemilihan Presiden Donald Trump, ada peningkatan retorika anti-Muslim di ranah politik. Pada tahun 2017, terjadi peningkatan 15 persen dalam kejahatan terkait Islamofobia di AS, berdasarkan penelitian dari Dewan Hubungan Amerika-Islam.
Namun, ada sebanyak 90 kandidat Muslim yang mencalonkan diri untuk jabatan politik pada 2018, menurut Jetpac. Jumlah itu menurun menjadi 41 karena kandidat telah dieliminasi atau mengundurkan diri.
Jetpac menekankan, bagaimanapun, peningkatan ini tetap signifikan dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya.
"Kami mendapat kesempatan untuk mengubah permainan secara mendasar," kata El-Sayed dalam sebuah pernyataan.
Muslim lain yang mencalonkan diri di antaranya Rashida Tlaib yang berlaga di Michigan, Ilhan Omar di Minnesota, dan Sameena Mustafa di Illinois. Trio perempuan ini mencari kursi di Dewan Perwakilan.
Jika salah satu dari mereka menang, dia akan menjadi wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi legislatif.
news_share_descriptionsubscription_contact

