Maria Elisa Hospita
07 Desember 2017•Update: 08 Desember 2017
RAMALLAH, Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu menyerukan rekonsiliasi antar-Palestina untuk menghadapi “risiko” dalam konflik Palestina.
Seruan tersebut disampaikan saat tersiar kabar pengumuman pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem dan pengakuan kota tersebut sebagai ibu kota Israel oleh Presiden AS Donald Trump.
“Untuk memastikan tercapainya rekonsiliasi, saya telah menginstruksikan pemerintah untuk turun ke Jalur Gaza dan menemukan solusi penyelesaian penderitaan orang-orang Palestina di sana,” kata Abbas dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita Wafa.
Ia menghimbau rakyat Palestina dan para faksi untuk fokus pada tantangan proyek nasional yang akan datang, dengan memanfaatkan kesempatan untuk mencapai persatuan nasional.
Abbas mengatakan bahwa persatuan Palestina adalah “tanggapan nyata atas semua upaya yang ditujukan untuk merenggut hak-hak orang Palestina.”
Pada Oktober, faksi Hamas dan Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik antara keduanya yang telah berlangsung selama satu dekade, sejak Hamas mengambil alih Gaza dari Fatah pada 2007.