Pizaro Gozali İdrus
08 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Pemerintah memperkirakan sebanyak 500 orang Warga Negara Indonesia (WNI) kini masih berada di Suriah.
Sebagian besar adalah para buruh migran yang masuk Suriah secara ilegal, sisanya adalah pelajar dan keluarga KBRI di wilayah Damaskus.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan, pemerintah sejak 2011 sudah memulangkan 13 ribu WNI yang terjebak di Suriah.
Padahal, dalam data pemerintah jumlah WNI di Suriah hanya ada 12.700 orang.
“Jadi ternyata ada gelombang baru TKI unprocedural yang memasuki Suriah dalam rentang waktu 2011 hingga saat ini,” ujar Iqbal kepada Anadolu Agency di Jakarta, Senin.
Iqbal juga menjelaskan kesulitan untuk melacak WNI di wilayah yang tidak dikuasai pemerintah Suriah.
“Rata-rata di wilayah Suriah Utara seperti Idlib, Raqqa, Mosul [Irak]. Kalau Aleppo, masih bisa kita data,” jelas Iqbal.
“Pelajar sebagian besar sudah pulang, hanya ada sedikit yang kini di Damaskus,” tambah Iqbal.
Iqbal menerangkan, proses pemulangan WNI hingga kini masih terus dilakukan pemerintah Indonesia. Proses tersebut biasanya dilakukan setelah ada aduan dari WNI di Suriah..
“Laporan juga dilakukan keluarga TKI yang berada di Indonesia kepada Kementerian Luar Negeri,” tutur Iqbal.