Dunia

5 negara Uni Eropa desak peningkatan produksi vaksin

Spanyol, Belgia, Denmark, Lituania, dan Polandia mengirim surat kepada Presiden Dewan Eropa dan pemimpin negara Uni Eropa

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 25.02.2021
5 negara Uni Eropa desak peningkatan produksi vaksin Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Moderna kepada warga berusia di atas 80 tahun di Auditorium Parco della Musica di Roma, Italia, pada 15 Februari 2021. ( Riccardo De Luca - Anadolu Agency )

Ankara

Faruk Zorlu

ANKARA

Lima negara Uni Eropa (UE) pada Rabu meminta blok tersebut untuk memastikan pendanaan guna memperkuat produksi vaksin Covid-19 dan untuk menyesuaikan program vaksinasi dengan varian baru.

Perdana Menteri Spanyol, Belgia, Denmark, Lituania dan Polandia mengirim surat bersama ke Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan para pemimpin UE lainnya sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang akan diadakan secara virtual pada 25-26 Februari. Mereka menyerukan lebih banyak fasilitas produksi vaksin.

Surat itu menekankan pentingnya bekerja sama dengan Komisi Eropa untuk mengatasi masalah kapasitas produksi.

"Kita perlu bekerja sama dengan semua produsen vaksin potensial di Eropa, meningkatkan kemitraan publik-swasta di seluruh rantai nilai untuk meningkatkan upaya penelitian dan pengembangan, meningkatkan dan menyesuaikan kapasitas pasokan," bunyi surat tersebut.

Negara-negara UE, yang memulai vaksinasi Covid-19 pada Desember 2020, sejauh ini masih jauh tertinggal dari target karena mereka mengalami masalah logistik, personel dan pasokan.

"Kita harus siap untuk melihat secara terbuka kemungkinan cara dan kebutuhan untuk memastikan pendanaan untuk memfasilitasi upaya. Pendekatan tersebut harus mencerminkan bahwa kami tidak boleh kalah dalam pertempuran ini," ungkap surat itu.

Kelima negara menekankan urgensi penguatan kapasitas produksi vaksin di Eropa.

"Kita perlu memberikan dukungan yang tepat kepada produsen yang berbasis di Eropa jika masalah tak terduga muncul selama proses produksi. Fasilitas produksi yang ada perlu disesuaikan," tulis mereka.

UE sejauh ini telah menerima 40,7 juta dari 106 juta dosis vaksin yang direncanakan pada kuartal pertama tahun ini. Blok itu telah fokus pada produksi vaksin dengan 16 pabrik di Eropa karena penundaan pengiriman vaksin.

UE telah membuat perjanjian dengan enam perusahaan untuk menerima sekitar 2,3 miliar dosis vaksin.

Surat tersebut juga mengatakan KTT Uni Eropa luar biasa pada pekan ini dilaksanakan pada waktu yang tepat.

“Akses tepat waktu bagi Eropa untuk menjalankan program vaksin yang memadai tetap menjadi tantangan yang belum terpecahkan. Terlepas dari perkembangan cepat vaksin baru berkualitas tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya, kesulitan produksi terus berlanjut dan menyebabkan penundaan besar," bunyi surat itu.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.