Muhammad Abdullah Azzam
30 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
Gülşen Topçu
ADEN
Sejak Minggu hingga kini, 36 orang tewas dan 180 lainnya terluka dalam bentrokan di Aden, antara milisi Dewan Transisi Politik yang dibentuk oleh Kelompok Separatis Selatan dengan pasukan pemerintah Yaman.
Menurut pernyataan dari Komite Internasional Palang Merah, 36 orang tewas dan 180 lainnya terluka dalam konflik yang terjadi di kota tersebut sejak Minggu.
Sebelumnya, pemerintah yang sah, menyatakan terdapat 16 orang korban tewas dan 141 orang luka-luka.
Selain itu, menurut informasi dari saksi, konflik di Aden telah menyebar ke pusat administrasi pemerintah yang sah, Kabupaten Crater, Yaman.
Pemerintah yang sah mengatakan, sejak hari Minggu, terjadi bentrokan antara Gerakan separatis Selatan dengan pasukan pemerintah di kota Aden, ibu kota sementara Yaman.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Dalam Negeri Yaman mengatakan bahwa pasukan koalisi di bawah kepemimpinan Arab Saudi menyerukan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik di Aden.
Melalui kantor berita resmi Yaman SABA, kementerian tersebut mengeluarkan peringatan yang mendesak berbagai pihak untuk mengakhiri konflik tersebut.
Dalam pernyataannya, pemerintah menekankan bahwa tujuan awal perlawanan tersebut untuk melindungi institusi publik dan warga sipil.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa unsur separatis hingga kini masih melanjutkan tindakan penghancuran dan menyerang institusi publik.
Pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa, pada 2014, yang memaksa pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk mendirikan ibu kota sementara di Aden.
Setahun kemudian, Arab Saudi dan sekutu Arab Sunni melancarkan kampanye militer besar-besaran untuk mengambil alih wilayah yang diduduki Houthi.