Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Juni 2020•Update: 17 Juni 2020
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Setengah dari 44 tentara Mali yang hilang setelah konvoi mereka dicegat akhir pekan lalu, ditemukan tewas di utara Ibu Kota Bamako.
Militer negara itu mengatakan pada Senin bahwa operasi yang dilakukan oleh pasukan keamanan menemukan 24 jenazah, sementara delapan tentara berhasil diselamatkan.
Empat kendaraan hancur total di wilayah itu dan operasi militer terus berlangsung.
Pada Minggu, konvoi militer dicegat oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Kota Diabaly di wilayah Segou, Mali tengah.
Akibatnya 14 kendaraan dan 44 tentara hilang.
Angkatan udara kemudian meluncurkan operasi pencarian.
Mali, salah satu negara termiskin di dunia, menghadapi kekacauan akibat kehadiran sejumlah kelompok militan.
Di negara itu, pasukan penjaga perdamaian Prancis, Mali dan PBB melakukan operasi kontra-terorisme.
Ketegangan meletus di Mali pada 2012 setelah kudeta yang gagal dan pemberontakan oleh kelompok etnis Touareg.
Kelompok-kelompok militan ini akhirnya memiliki hubungan dengan Al-Qaeda untuk mengambil kendali atas bagian utara negara itu.
Pada 2015, kesepakatan damai ditandatangani antara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak.
Perselisihan politik dan masyarakat terus memicu ketegangan di Mali utara, merusak implementasi perjanjian damai.