Muhammad Abdullah Azzam
03 Agustus 2018•Update: 03 Agustus 2018
Nour Mahd Ali Abu Aisha, Afra Aksoy
GAZA
Tentara Israel telah membunuh 155 orang dan melukai lebih dari 17 ribu warga lainnya dalam aksi demonstrasi damai “Great Return March” di perbatasan Jalur Gaza sejak 30 Maret lalu.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Asraf al-Kudra mengatakan hingga kini sebanyak 155 warga Palestina, termasuk di antaranya 23 anak-anak, 3 wanita dan dua petugas kesehatan menjadi martir oleh tentara Israel.
Al-Kudra melaporkan bahwa selain korban tewas, sebanyak 17.259 warga Palestina terluka dalam demonstrasi damai tersebut.
Sebanyak 4.348 orang dari mereka tertembak peluru tajam, 430 orang lainnya terkena peluru plastik, 2.700 dari mereka terkena pecahan peluru dan 2.593 orang lainnya terkena dampak gas yang ditembakkan oleh tentara Israel.
Al-Kudra menekankan, di antara korban luka terdapat 3.279 anak-anak dan 553 di antaranya anak perempuan. Sebanyak 404 orang dari mereka berada dalam kondisi kritis dan 4.141 lainnya mengalami luka-luka sedang.
Warga Palestina yang berpartisipasi dalam aksi Great March of Return menuntut penghapusan blokade ilegal Jalur Gaza oleh Israel yang telah berlangsung sejak Hamas memenangkan pemilihan pada tahun 2006.
Sekitar 2 juta orang yang tinggal di Gaza melanjutkan hidup dalam keadaan yang sulit akibat blokade Israel dari udara, darat, dan laut yang tidak manusiawi.
Ekonomi Gaza pun semakin memburuk akibat blokade. Tingkat pengangguran di Gaza telah mencapai 44 persen, lebih dari separuh penduduknya dalam keadaan tidak mampu.
Demonstran juga menuntut agar lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang terusir sejak berdirinya Israel pada tahun 1948 diizinkan kembali ke tanah leluhur mereka.
Sejak 1948, pemerintah Israel telah memaksa jutaan warga Palestina keluar dari tanah mereka. Hingga hari ini ada lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang tersebar.
Hampir 1,3 juta dari para pengungsi ini berada di Gaza, sekitar 800 ribu di antaranya berada di Tepi Barat yang diduduki, sementara sisanya berada di negara tetangga seperti Suriah, Lebanon dan Yordania.