Chandni
29 Januari 2018•Update: 29 Januari 2018
Zakaria al-Kamali
SANAA
Setidaknya 12 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak di kota Aden, Yaman, menurut Kementerian Kesehatan.
Kekerasan itu dimulai setelah pasukan yang setia kepada Dewan Transisi Selatan (STC) menduduki kursi pemerintahan di Aden pada Minggu.
Pejabat kementarian Jalal Baoudah mengatakan sembilan orang berada dalam kondisi serius, menurut kantor berita Saba pada Senin.
Belum dijelaskan apakah warga sipil juga menjadi korban kekerasan itu.
Ketegangan memuncak di Aden sejak STC menyerukan agar pemerintahan Perdana Menteri Ahmed bin Daghr dibubarkan. STC menuduh kabinet itu membuat warga Yaman kelaparan.
Aden adalah tempat pemerintahan sementara dikepalai oleh Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang mendapatkan dukungan Arab Saudi sejak pemberontak Houthi bergerilya pada 2014.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu-sekutu mereka - yang menuduh Iran sebagai dalang pemberontakan Houthi - meluncurkan kampanye militer besar-besaran untuk merebut Yaman kembali.