Dandy Koswaraputra
31 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Ilkay Guder
ANKARA
Ankara dan Bishkek perlu berkolaborasi melawan teror global untuk memastikan keselamatan orang-orang, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Jumat.
"Kita perlu berkolaborasi dan melawan ancaman teror global untuk menjamin keselamatan bangsa kita," tulis Erdogan dalam artikel untuk koran Erkin Too menjelang kunjungannya ke Kyrgyzstan.
Erdogan akan berkunjung ke Kyrgyzstan antara 1 dan 3 September untuk menghadiri Dewan Strategis Tingkat Tinggi dan KTT Turki ke-6.
Presiden mengatakan Organisasi Teror Fetullah (FETO) bukan hanya ancaman bagi Turki tetapi juga ancaman teror global seperti Daesh dan PKK / YPG untuk seluruh dunia.
Erdogan juga mengatakan Turki meningkatkan investasinya di luar negeri dan membuka pintu bagi para pengusaha yang ingin mendapat manfaat dari "lingkungan investasi menguntungkan" di negara itu.
"Tujuan mendasar kami adalah untuk mendasarkan hubungan kami dengan setiap negara yang kami kooperasi dengan prinsip saling menguntungkan," katanya.
Erdogan menambahkan bahwa Turki dan Kirgistan memiliki "banyak peluang" yang akan menguntungkan hubungan mereka.
"Saya yakin bahwa melakukan perdagangan internasional dengan mata uang domestik [kita], yang telah kita praktekkan dengan beberapa negara, akan menghasilkan hasil yang bermanfaat juga bagi Kirgistan dan Turki," katanya.
Presiden menambahkan bahwa Ankara tidak mendasarkan hubungan bilateral dengan Bishkek hanya pada ekonomi.
Dia mengatakan Turki menjadi tuan rumah sekitar 1.700 mahasiswa Kyrgyz dan sejauh ini telah memberikan beasiswa kepada 4.375 mahasiswa Kyrgyz lainnya.
"Kita perlu bergabung dan berjuang melawan masalah global seperti teror, perubahan iklim dan xenofobia yang juga diderita negara kita," kata Erdogan.
Dia menambahkan bahwa kedua negara perlu bekerja di bidang budaya, pendidikan, sains dan olahraga.