Ovunc Kutlu
28 Januari 2018•Update: 29 Januari 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Acara travel dan konferensi perdagangan terbesar Amerika Utara, New York Times Travel Show, dimulai sejak Jumat dan disponsori oleh maskapai penerbangan Turki Turkish Airlines.
Diikuti oleh 150 negara, acara perjalanan ini memiliki lebih dari 560 stan dan diharapkan dapat menarik 30ribu turis dan tamu industri profesional pada Minggu di Jacob Javits Center di pusat Manhattan, New York.
Tahun ini, partisipasi Turkish Airlines kembali didampingi oleh Kantor Budaya dan Pariwisata Turki.
Di pintu masuk, stan Kantor Budaya dan Pariwisata Turki menyambut ratusan pengunjung dengan Turkish delights dan Baklava. Selain itu juga ditampilkan situs budaya dan sejarah Turki seperti Cappadocia, Ephesus, dan Golden Horn.
Kepala Kantor Budaya dan Pariwisata Turki di Amerika Serikat (AS) Sedat Gonulluoglu pun kala itu menyempatkan diri memberi penjelasan langsung mengenai Turki kepada pengunjung.
“Ini sangat penting bagi Turki sebagai negara wisata yang hebat untuk bisa berada di sini di Javits Center, New York," kata Jenderal Konsulat Turki di New York Ertan Yalcin kepada Anadolu Agency.
“Dengan budaya dan sejarah yang kaya, Turki adalah salah satu destinasi wisata paling signifikan di dunia, dan AS merupakan pasar penting,” lanjut Yalcin.
Yalcin berharap jumlah wisatawan AS ke Turki meningkat pada tahun-tahun mendatang, dan pameran pariwisata di AS ini dapat membantu tercapainya target tersebut.
Banyak destinasi, bandar udara baru Istanbul
CEO Turkish Airlines New York Cenk Ocal menyatakan maskapai yang terbang ke lebih banyak negara dibanding maskapai lainnya di dunia ini membawa misi sebagai jembatan benua, menghubungkan negara, dan menyatukan komunitas.
“Sebagai maskapai negara kami, Turkish Airlines mewakili budaya dan keramahan Turki di tingkat global,” ucap Ocal saat pidato pembukaan acara.
Turkish Airlines melampaui target pada 2017 dengan menerbangkan total 68,6 juta penumpang pada tahun tersebut.
Angka itu diperkirakan akan mencapai 74 juta penumpang pada 2018 dengan dibukanya bandar udara baru di Istanbul tahun ini, jelas Ocal.
“Pada fase pertama, bandar udara baru Istanbul akan dibuka dengan kapasitas 90 juta penumpang, dan ketika sudah selesai ditargetkan akan melayani 200 juta penumpang,” ujar Ocal.
“Tiga kali ukuran Bandar Udara Beijing, pesawat yang lepas landas dari bandar udara baru di Istanbul ini akan terbang ke lebih dari 350 destinasi di seluruh dunia, dan membuatnya menjadi pusat aktivitas udara terbesar dunia,” imbuh Ocal.
Turkish Airlines saat ini terbang ke sembilan destinasi di AS, termasuk tiga penerbangan rutin tiap harinya ke New York City.