Muhammad Abdullah Azzam, Dilara Karataş
09 Agustus 2023•Update: 11 Agustus 2023
ISTANBUL
Indonesia pada Selasa menekankan perlunya kerja sama kuat memerangi dan mencegah Islamofobia, serta siap bekerja sama dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam perang melawan tidakan penistaan agama.
Dalam pertemuan di ibu kota Jakarta dengan Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha, Menteri Luar Negeri RI Retno Masrudi “menekankan perlunya memerangi dan mencegah Islamofobia dengan tegas dan kuat serta menegaskan kembali kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan OKI,” kata sebuah pernyataan dari OKI.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bertemu dengan Taha pada Senin, dan mengungkapkan kekecewaannya atas peristiwa pembakaran salinan Al-Quran di beberapa negara Eropa.
“Bapak Presiden mengutuk dengan keras bersama dengan Sekjen OKI pembakaran kitab suci
Al-Quran tersebut dan beliau berdua sepakat bahwa Islamphobia harus diberantas,” kata
Menlu Retno usai mendampingi Presiden Jokowi setelah pertemuan dengan Sekjen OKI di Kompleks Istana Kepresidenan.
Mengenai isu Palestina, Masrudi menegaskan kembali “dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina dan mendesak agar OKI melakukan peran utamanya untuk memulihkan perdamaian di Palestina dan menghormati hak-hak warganya.”
Pernyataan dari OKI juga menyebut Presiden RI memuji “upaya dan inisiatif OKI dalam menangani fenomena Islamofobia yang berkembang dan kejahatan rasial pembakaran salinan al-Mushaf ash-Sharif, menekankan perlunya mendukung upaya ini untuk mencegah terulangnya fenomena ini.”