23 Juli 2017•Update: 25 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo mengingatkan anak-anak di Indonesia untuk saling menghargai antar sesama. Ini disampaikan Presiden saat menghadiri puncak perayaan Hari Anak Nasional 2017 di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu.
"Saling menghargai, saling membantu, saling menolong. Kalau ada teman yang sakit harus ditengok, sewaktu nengok jangan lupa bawa roti, bawa makanan, biar cepat sembuh," ujar Presiden di halaman kediaman Gubernur Riau, Gedung Daerah Pauh Janggi Gubernuran Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Menurut Presiden Jokowi, anak- anak di Indonesia tidak boleh saling mem-bully teman-temannya.
Seperti biasa, Presiden memanfaatkan kesempatan tatap muka dengan rakyat ini untuk berdialog serta membagikan hadiah sepeda.
Jokowi berbincang dengan Rafi, siswa SDN 36 Pekanbaru, yang mengatakan dirinya bercita-cita menjadi seorang Youtubers.
"Youtubers itu kalau banyak subscriber-nya, kita bisa menghasilkan uang," sebut Rafi menjelaskan alasan yang mendasari cita-citanya, yang disambut Jokowi dengan ungkapan apresiasi.
"Setiap anak harus bermimpi. Bercita-cita setingginya tapi harus diikuti belajar yang baik, keras," kata Presiden.
Ia lalu menceritakan cara belajarnya saat di bangku sekolah. Saat temannya belajar selama dua jam, Jokowi kecil belajar empat jam. "Teman saya belajar empat jam, saya belajar delapan jam."
Tapi, Presiden juga mengingatkan anak-anak untuk tidak lupa bermain. Karena dengan bermain, anak-anak akan menjadi lebih ceria dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Jokowi sendiri sewaktu kecil “paling senang main layang-layang dan kelereng.”
Di kesempatan sama, seorang anak bernama Grace yang berusia 11 tahun bertanya kenapa dirinya tidak boleh menggunakan Facebook oleh orangtuanya. Presiden lalu menjelaskan jejaring sosial itu hanya digunakan oleh anak yang telah berusia 13 tahun. "Lebih dari 13 tahun boleh, tapi diawasi bapak [orang tua], agar dibimbing menggunakan media sosial dengan baik," ucap Presiden.