Barry Ellsworth
23 Februari 2022•Update: 24 Februari 2022
TRENTON, Kanada
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Selasa mengumumkan sanksi terhadap Rusia dan menyebut pengakuan Moskow atas dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri sebagai negara merdeka adalah "ilegal" dan "tidak dapat diterima."
Berbicara dalam konferensi pers, Trudeau mengatakan Kanada "sangat mengutuk" langkah Presiden Rusia Vladimir Putin terkait Luhansk dan Donetsk.
"Jangan salah, ini adalah invasi lebih lanjut dari negara berdaulat dan itu sama sekali tidak dapat diterima," kata Trudeau.
"Provokasi Rusia adalah ancaman bagi keamanan dan perdamaian di dunia."
Trudeau mengatakan sanksi "tahap pertama" adalah larangan bagi warga Kanada untuk melakukan transaksi keuangan dengan Luhansk dan Donetsk.
Warga Kanada juga dilarang membeli utang Rusia dan tidak dapat melakukan transaksi keuangan dengan dua bank Rusia.
Trudeau mengatakan Kanada juga memberikan sanksi kepada semua anggota parlemen Rusia yang mengikuti jejak Putin dan memilih untuk mengakui dua wilayah separatis.
Kanada juga mengirim 460 tentara ke Ukraina.
Senin lalu, Putin memerintahkan tentara ke Luhansk dan Donetsk dengan dalih pasukan "penjaga perdamaian".
Kedua wilayah tersebut tidak berada di bawah kendali pemerintah Ukraina.
Putin juga diberi wewenang oleh anggota parlemen Rusia untuk menggunakan kekuatan militer di luar negeri, yang artinya memberikan persetujuan untuk pengerahan pasukan.
Inggris dan AS juga telah mengumumkan sanksi terhadap Rusia, dan Jerman mengatakan akan membekukan proyek pipa gas Nord Stream 2, yang disiapkan untuk menggandakan aliran gas Rusia langsung ke Jerman.
Dengan keputusan terbaru ini, Kanada telah menjatuhkan lebih dari 440 sanksi atas tindakan Rusia di Krimea.
Pasukan Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014 dan Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.