Türkİye, Budaya

Turkiye peringati kemenangan Canakkale dalam Perang Dunia I

Kemenangan Canakkale menjadi titik balik sejarah yang menegaskan komitmen Turkiye terhadap kemerdekaan

Berk Kutay Gokmen  | 18.03.2026 - Update : 19.03.2026
Turkiye peringati kemenangan Canakkale dalam Perang Dunia I

ISTANBUL

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan memperingati kemenangan Canakkale dalam Perang Dunia I sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan semangat kebangsaan yang menginspirasi dunia.

Dalam pesannya pada peringatan ke-111 Hari Peringatan Para Martir 18 Maret dan Kemenangan Angkatan Laut Canakkale, Erdogan menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar pertempuran, tetapi juga tonggak penting dalam sejarah bangsa.

“Canakkale adalah sebuah epik unik yang tidak hanya mencerminkan pertempuran, tetapi juga iman, pengorbanan, cinta tanah air, dan kesadaran sebagai sebuah bangsa yang disampaikan kepada seluruh dunia,” kata Erdogan dalam pesan yang dibagikan Direktorat Komunikasi Turkiye.

Ia mengatakan peringatan tersebut dikenang dengan penuh kebanggaan dan antusiasme, sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang menjadikan Canakkale sebagai wilayah yang tidak dapat ditembus.

Erdogan menegaskan bahwa perjuangan di Canakkale menjadi titik balik sejarah yang menunjukkan bahwa bangsa Turkiye tidak akan pernah menyerah terhadap kemerdekaan dan kebebasannya.

Ia juga mengingatkan bahwa para pejuang dari berbagai wilayah Anatolia bersatu mempertahankan tanah air, dengan seluruh lapisan masyarakat—baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda—turut berjuang.

Menurut Erdogan, perlawanan besar tersebut tidak hanya mengubah nasib Turkiye, tetapi juga memberikan inspirasi bagi bangsa-bangsa tertindas di dunia.

Ia menambahkan bahwa kepahlawanan di Canakkale menjadi simbol kuat persaudaraan, solidaritas, dan takdir bersama bangsa Turkiye.

Kampanye Gallipoli yang berlangsung antara 25 April 1915 hingga 9 Januari 1916 merupakan salah satu pertempuran paling sengit dalam Perang Dunia I, yang menewaskan puluhan ribu tentara dari kedua belah pihak.

Inggris dan Prancis saat itu berupaya menguasai Semenanjung Gallipoli untuk membuka jalur laut menuju Kekaisaran Rusia serta merebut Istanbul, ibu kota Kesultanan Utsmaniyah.

Namun, pasukan Turki berhasil memukul mundur serangan laut tersebut. Setelah kampanye darat juga gagal, pasukan Sekutu akhirnya menarik diri.

Kemenangan di Canakkale meningkatkan moral pasukan Turkiye dan menjadi salah satu fondasi perjuangan dalam Perang Kemerdekaan Turkiye pada 1919–1922 yang berujung pada berdirinya Republik Turkiye pada 1923.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın