ISTANBUL
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan posisi dan langkah Turkiye menjadi perhatian dunia di tengah dinamika global yang terus berubah.
“Sekarang ini di dunia sedang bertiup angin Turkiye. Apa yang dipikirkan Turkiye, apa yang dilakukan, di mana posisinya terhadap perkembangan baru, langkah apa yang akan diambil, itu semua ditunggu dan ingin diketahui,” kata Erdogan.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat berpidato kepada rakyat usai memimpin rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara.
Dalam kesempatan tersebut, Erdogan juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan Ramadan kepada masyarakat, seraya berharap bulan suci membawa kebaikan bagi bangsa Turkiye, dunia Islam, dan seluruh umat manusia.
Ia mengatakan Ramadan merupakan kesempatan penting untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, serta menjernihkan pikiran dari kesibukan dan kelelahan kehidupan sehari-hari. Erdogan juga menyebut pemerintah berupaya menghidupkan hari-hari Ramadan dengan berbagai kegiatan, termasuk program iftar yang menjadi sarana bertemu dan berbagi dengan berbagai lapisan masyarakat.
Erdogan mengatakan lembaga-lembaga seperti AFAD, Bulan Sabit Merah Turkiye (Kizilay), Yayasan Diyanet Turkiye, dan institusi lainnya menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan di dalam negeri maupun kepada korban konflik di luar negeri, terutama di Gaza.
Ia juga menyinggung program “Rumah Baruku, Iftar Pertamaku” di wilayah terdampak gempa dan berbagai kegiatan sukarela di sekolah-sekolah.
Presiden mengajak masyarakat untuk mengikuti rangkaian Program Ramadan di Kompleks Kepresidenan yang kembali digelar tahun ini. Ia menyebut program tersebut mencakup stan buku, kegiatan anak, konferensi, hingga konser yang ditujukan untuk semua usia, terutama anak-anak.
Di bagian lain pidatonya, Erdogan mengingatkan bahwa pekan lalu pemerintah melakukan perombakan kabinet terbatas, termasuk pergantian di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kehakiman.
Ia mendoakan agar Menteri Kehakiman yang baru, Akin Gurlek, dan Menteri Dalam Negeri yang baru, Mustafa Ciftci, sukses menjalankan tugas. Erdogan juga menyampaikan terima kasih kepada Yilmaz Tunc dan Ali Yerlikaya atas pengabdian mereka selama 2,5 tahun.
Erdogan menegaskan Turkiye berupaya menjaga perdamaian, dialog, dan perundingan pada saat ketegangan global meningkat.
Ia menyatakan Turkiye ingin menambah jumlah kawan dan tidak berupaya mengubah perselisihan menjadi permusuhan, namun menekankan pihaknya juga mengharapkan penghormatan terhadap hak dan kepentingan Turkiye.
Dalam pidato itu, Erdogan turut menyinggung sejumlah agenda luar negeri, antara lain pertemuannya dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis pada 11 Februari di Ankara, serta kunjungan Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada 12 Februari.
Erdogan menyebut Turkiye ingin meningkatkan volume perdagangan dengan Yunani menjadi 10 miliar dolar AS, serta memperdalam kerja sama dengan Serbia di berbagai bidang.
Ia juga menyampaikan bahwa pada 13 Februari dirinya menghadiri peresmian asrama mahasiswa di Universitas Bogazici dan mengumumkan rencana sejumlah investasi baru, termasuk pembangunan perpustakaan modern dan kompleks laboratorium.
Erdogan menegaskan universitas-universitas di Turkiye telah menjadi lebih bebas dibanding masa lalu dan menyatakan tidak akan ada kemunduran dari perubahan tersebut.
Presiden juga menyampaikan bahwa masyarakat, termasuk keluarga para syuhada, mendukung proses “Turkiye tanpa teror” yang ditujukan untuk mengakhiri terorisme secara permanen. Ia mengatakan pemerintah akan membawa proses tersebut menuju targetnya dengan tetap berada dalam koridor yang sah dan menghormati sensitivitas publik.
Di bidang pertahanan, Erdogan menyebut latihan Steadfast yang dimulai pada 20 Februari, yang ia sebut sebagai salah satu latihan NATO terbesar dan paling komprehensif, menunjukkan tingkat kemampuan Angkatan Bersenjata Turkiye.
Erdogan juga menyoroti layanan kesehatan primer di Turkiye, dengan menyebut jumlah pusat layanan kesehatan keluarga dan pusat hidup sehat, serta data pemeriksaan kesehatan sepanjang 2025.
Ia menegaskan pemerintah akan terus memerangi berbagai bentuk kecanduan, termasuk kecanduan rokok, dengan menambah jumlah poliklinik berhenti merokok.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
