Enes Kaplan
13 Juli 2021•Update: 14 Juli 2021
Enes Kaplan
ANKARA
Direktorat Komunikasi Turki pada Selasa bertemu dengan wartawan internasional untuk memberi pengarahan tentang upaya kudeta 2016 oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang berhasil dikalahkan.
Sebanyak 18 wartawan dari Indonesia, Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria dan Montenegro menjadi bagian dari pertemuan yang diadakan di Ibu Kota Ankara.
Direktorat menjelaskan kepada mereka bagaimana upaya kudeta telah diredam oleh perjuangan demokrasi yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, di mana rakyat dan pemerintah Turki saling bergandengan tangan.
Turki menekankan kepada para jurnalis tersebut bahwa FETO merupakan ancaman serius bagi semua negara, salah satunya dengan kegiatan ilegal organisasi mereka.
Para peserta juga diberitahu tentang program dan proyek peringatan yang diadakan di Turki dan luar negeri sejak kudeta itu berhasil dikalahkan.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, mengatur kudeta pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan 2.734 terluka.
Turki juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi negara, khususnya militer, kepolisian dan peradilan.