Mehmet Nuri Uçar
13 Juli 2021•Update: 14 Juli 2021
Mehmet Nuri Ucar
KUWAIT
Putra Mahkota Kuwait Sheikh Meshal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah pada Senin mengapresiasi hubungan bilateral kedua negara yang telah berlangsung puluhan tahun, sekaligus memuji kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop dan delegasi yang menyertainya bertemu dengan Al-Sabah di Istana Bayan sebagai bagian dari kunjungan resmi dua hari, menurut Kantor Berita resmi Kuwait (KUNA).
Selama pertemuan tersebut, Al-Sabah menekankan pentingnya hubungan historis yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara, dan mengatakan bahwa mereka mengenang dengan bangga pembukaan Kedutaan Besar Kuwait di Ankara pada tahun 1971.
Seraya mengatakan tentang sikap Erdogan atas dukungan Turki kepada Kuwait, dia mengatakan: "Erdogan adalah pria pemberani dengan pendirian, kata-kata, dan tindakannya. Kami memiliki cinta dan hormat untuknya."
Al-Sabah juga mengungkapkan kebahagiaannya atas "kunjungan ketua parlemen Turki dan delegasi yang menyertainya ke negara kedua mereka, Kuwait."
Mengingat sikap Turki selama invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990, dia berkata: "Tidak mengherankan bahwa negara ini, yang kuno dalam hal asal-usul, budaya dan orang-orangnya, memiliki pendirian yang otentik dan setia. Kami mengulangi ucapan terima kasih kami. tidak melupakan sikap saudara-saudaranya dan teman-temannya.”
Sementara itu, tentang hubungan politik, ekonomi dan komersial dan kerja sama keamanan antara kedua negara, dia mengatakan peningkatan volume perdagangan dan pertumbuhan volume ekspor antara kedua negara adalah "bukti nyata dari kekuatan hubungan."
Selain itu, dia memuji peran perusahaan Turki dalam melaksanakan beberapa proyek infrastruktur penting di Kuwait.
"Pemerintah Kuwait dan badan investasi bangga dengan peningkatan volume investasi Kuwait di negara sahabat Turki karena aspek ekonomi dan peluang pengembangan bagi kedua belah pihak," kata dia.
Selain itu, Turki telah menjadi tujuan bagi wisatawan Kuwait, tambah dia.
Sementara itu, Sentop mengatakan: "Ikatan sejarah yang mengakar, nilai-nilai budaya yang sama, dan kasih sayang timbal balik antara masyarakat kita semakin memperkuat persahabatan antara negara kita."
Sentop menekankan upaya yang perlu dilakukan untuk lebih memperdalam kerja sama kedua negara di segala bidang. "Kami senang dapat melanjutkan kembali kunjungan tingkat tinggi yang sempat terhenti karena pandemi virus korona, dan bertemu secara langsung," kata dia.