Turki

Turki berharap Yunani upayakan solusi politik yang damai

Menteri Pertahanan Turki mendesak Yunani untuk berkontribusi pada upaya Turki demi menghindari retorika agresif

Sarp Özer   | 28.07.2021
Turki berharap Yunani upayakan solusi politik yang damai Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

ANKARA 

Turki mengharapkan tetangganya Yunani mengupayakan solusi damai dan politik, "bukan tindakan yang agresif," dan berkontribusi terhadap upaya Turki untuk bersama memecahkan masalah, kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar.

"Kami selalu memberi tahu tetangga Yunani bahwa kami lebih suka mencari solusi damai untuk masalah politik. Yunani tidak menyerah memberikan provokatif dan retorika agresif," kata Akar.

Dia menggarisbawahi bahwa Turki terus menjalankan tugasnya dengan tegas untuk melindungi hak dan kepentingan negara di Laut Aegea, Mediterania, dan pulau Siprus.

Soal militerisasi Yunani di pulau Aegean dekat Turki – yang melanggar perjanjian – dia menambahkan, “Ada pulau-pulau yang memiliki status non-militer berdasarkan perjanjian.” “Turki tidak memiliki sikap agresif terhadap Yunani saat ini. Kami mengambil pendekatan dialog, perjanjian internasional, hukum, konvensi. Namun, pendekatan damai kita ini terus dibalas dengan pernyataan-pernyataan provokatif," ujar dia.

- Kebijakan persenjataan Yunani baru-baru ini

Tentang perlombaan Yunani baru-baru ini untuk memperoleh senjata baru dan mahal, Akar mengatakan Athena berada di tengah-tengah "perlombaan senjata."

"Mereka membeli pesawat, senjata, peralatan. Tapi tidak mungkin mengubah keseimbangan kekuatan dengan tiga atau lima pesawat bekas," sebut dia.

Turki terus mengadakan pembicaraan konsultatif dengan Yunani serta pembicaraan konflik melalui NATO, lanjut Akar.

- Yunani langgar kesepakatan latihan militer di musim turis

Akar juga mengecam bagaimana Athena melanggar perjanjian bilateral lama di mana tidak ada latihan angkatan laut yang diadakan selama musim pariwisata, atau hari-hari nasional dan hari libur kedua belah pihak.

"Sayangnya, tetangga Yunani kami mengabaikan ini dan melanggarnya," ungkap dia, mengacu pada peringatan navigasi Yunani, atau Navtex, untuk latihan selama musim turis dan hari libur Turki.

Di bawah Memorandum Athena 1988, perairan internasional Laut Aegea dilarang untuk pelatihan militer selama musim ramai turis, dari 15 Juni hingga 15 September.

Dia menekankan bahwa seruan Turki untuk perdamaian, hukum internasional, dan sikap bertetangga yang baik tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan.

Turki telah menekankan bahwa pihaknya mencari negosiasi untuk pembagian yang adil dari sumber daya energi di kawasan itu, dan juga mencari solusi dua negara di Siprus, sebagai pengakuan atas negara Turki di sana, di mana Turki melindungi hak-hak Siprus Turki sebagai negara penjamin di bawah perjanjian.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın