Aynur Ekiz
25 Oktober 2022•Update: 16 November 2022
ZAGREB, Kroasia
Turki berharap Finlandia dan Swedia dapat mencegah kelompok teroris YPG/PYD dan FETO beroperasi secara bebas di tanah mereka, kata Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop pada Senin.
Saat menghadiri KTT Parlemen Pertama dari Platform Krimea Internasional di ibu kota Kroasia Zagreb, Sentop bertemu dengan sejawatnya dari Swedia Andreas Norlen dan Wakil Ketua Parlemen Finlandia Antti Rinne.
Dia memuji komitmen tegas Finlandia terhadap nota kesepahaman trilateral yang ditandatangani pada KTT NATO pada Juni lalu di Madrid yang menetapkan bahwa Finlandia dan Swedia tidak akan memberikan dukungan kepada YPG/PYD, cabang kelompok teroris PKK di Suriah, atau Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta 2016 di Turki.
Ketua parlemen Turki juga menyatakan dirinya menghargai janji-janji yang diberikan pemerintah Swedia yang baru bahwa mereka akan menerapkan kebijakan serupa.
Menekankan Turki telah memerangi kelompok teroris PKK selama empat dekade, dia mengatakan negaranya belum menerima dukungan yang cukup besar dari sekutu NATO-nya.
Pada prinsipnya, Turki mendukung pencalonan keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO, tetapi parlemen Turki pada akhirnya akan membuat keputusan setelah meninjau apakah kedua negara telah memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan memorandum tersebut, ujar Sentop.
"Dalam situasi seperti ini, tidak mungkin untuk meyakinkan publik Turki bahwa kesepakatan tersebut sedang dilaksanakan," urai dia.
Sentop juga mengadakan pertemuan terpisah dengan timpalannya dari Ukraina Ruslan Stefanchuk.
Dia menegaskan kembali dukungan kuat Ankara untuk integritas teritorial Ukraina di tengah perangnya dengan Rusia.
Sentop menambahkan bahwa Turki berharap untuk segera mengakhiri perang melalui cara damai yang akan menjamin hak dan integritas wilayah Ukraina.
Finlandia dan Swedia secara resmi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan NATO pada Juni, keputusan yang didorong oleh perang Rusia di Ukraina.
Namun, Turki, anggota NATO selama lebih dari 70 tahun, menyuarakan keberatan atas tawaran keanggotaan mereka, dan mengkritik kedua negara karena menoleransi dan bahkan mendukung kelompok teroris.
Parlemen Turki harus meratifikasi persetujuan negara untuk keanggotaan Finlandia dan Swedia supaya mereka dapat bergabung dengan NATO.