Diyar Guldogan
25 Oktober 2022•Update: 27 Oktober 2022
ANKARA
Ankara memberlakukan "kebijakan yang sangat transparan" terkait Israel, kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, sambil menambahkan bahwa dia akan membahas isu bilateral dengan sejawatnya dari Israel.
"Kami akan mengevaluasi situasi umum. Kebijakan kami, pandangan kami jelas. Republik Turki menerapkan kebijakan yang sangat transparan. Kami akan memberi tahu mereka," kata Akar kepada wartawan pada Senin setelah pertemuan Kabinet di ibu kota Ankara.
Pernyataan Akar datang menjelang kunjungan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz ke Turki pada Kamis.
Turki dan Israel telah mengambil langkah-langkah untuk menormalkan hubungan yang tegang selama dua tahun terakhir, dan kedua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik penuh pada Agustus dan mengangkat kembali duta besar dan konsul jenderal setelah kosong selama empat tahun.
Mengenai tuduhan teroris PKK baru-baru ini tentang penggunaan senjata kimia oleh militer Turki, Akar menegaskan bahwa tidak ada senjata kimia dalam inventaris militer.
"Tujuan dan niat mereka jelas. Ketika organisasi teroris memasuki proses keruntuhan, mulai menderita kerugian besar, mereka mencoba menggunakan fitnah dan pencemaran nama baik sebagai jalan keluar," tutur dia.
Akar menambahkan bahwa tuduhan itu tidak dapat diterima, lalu menambahkan,"Kami menghormati hukum internasional, dan lebih dari itu, kami memiliki keyakinan, nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.”
“Dalam operasinya, tentara Turki memiliki kepekaan yang tidak ditunjukkan oleh tentara negara lain agar tidak merugikan warga sipil, orang yang tidak bersalah, struktur sejarah, agama, budaya, dan lingkungan,” ujar Menhan Turki Akar.
Terkait kesepakatan biji-bijian Istanbul, Akar mengatakan Turki bekerja secara intensif untuk mencegah krisis pangan.
Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul pada 22 Juli untuk melanjutkan ekspor gandum dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam, yang dihentikan sementara setelah dimulainya perang Rusia-Ukraina pada Februari.
Para pihak saat ini sedang merundingkan kemungkinan perpanjangan dan perluasan di luar batas waktu 19 November untuk mendorong ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.
"Tentu saja kami mendukung kelanjutan perjanjian ini dan implementasinya. Bahkan, kami sedang dalam upaya untuk menyelidiki apa yang dapat dilakukan untuk pengangkutan gandum dari pelabuhan Rusia juga," kata Akar.