Pizaro Gozali Idrus
28 Maret 2020•Update: 30 Maret 2020
ANKARA
Turki akan menangguhkan semua penerbangan internasional sebagai langkah menghentikan penyebaran virus korona, ujar Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat.
"Semua penerbangan internasional telah ditangguhkan untuk waktu yang tidak terbatas," ujar Erdogan dalam pidato kenegaraannya.
Turkish Airlines sebelumnya menangguhkan hampir semua penerbangan internasional kecuali New York, Washington, Hong Kong, Moskow, dan Addis Ababa.
Sedangkan penerbangan domestik dan operasi kargo berjalan seperti biasa.
Terkait transportasi domestik, Erdogan mengatakan perjalanan antar kota kini harus mendapatkan izin pemerintah setempat dan bus harus memberlakukan social distancing bagi penumpang.
Area wisata dan situs bersejarah juga ditutup pada akhir pekan.
Dewan pandemi akan dibentuk di semua provinsi Turki untuk mempercepat penanganan.
Turki juga akan menambah gaji pensiun menjadi 1.500 lira Turki atau sekitar Rp3,7 juta.
Erdogan menegaskan Turki akan mendukung warga lansianya yang berisiko tinggi tertular virus.
Menurut presiden Erdogan, pemerintah mengalokasikan 100 miliar lira atau sekitar Rp250 triliun untuk mencegah krisis perekonomian.
Mandiri dalam peralatan medis
Erdogan melanjutkan Turki telah mengalami swasembada di banyak sektor sejak 17 tahun terakhir pada bidang ekonomi, produksi infrastruktur, dan siap untuk melawan virus.
"Karena kami dapat menghasilkan produk seperti alat uji, masker dan sarung tangan sendiri, yang merupakan kunci penting untuk melawan virus, kami tidak mengalami masalah dalam hal ini," kata Erdogan.
Alat tes virus korona juga telah didistribusikan ke seluruh pelosok Turki dan warga tidak dipungut biaya.
Erdogan menegaskan Turki mampu memproduksi alat tes sendiri, meski tetap mengimpor alat tes dari luar negeri.
Erdogan juga mengatakan negaranya akan meningkatkan produksi respirator untuk menghadapi wabah.
"Jika kita mengambil semua tindakan pencegahan ini, insya Allah, kami percaya akan mengatasi masalah ini," kata dia seraya menyerukan warganya tetap tenang dan tidak panik.
"Di satu sisi, kami akan mengambil langkah-langkah sebagai pemerintah, di sisi lain warga juga mengambil tindakan pencegahannya sendiri,” ujar Erdogan.
Turki sebelumnya mengumumkan shift kerja fleksibel dan kebijakan work from home bagi semua pegawai negeri sehingga untuk menekan jumlah infeksi lebih.
Sekarang, menurut Erdogan, semua karyawan yang bekerja untuk sektor swasta juga akan mendapatkan kebijakan sama.
Muncul pertama kali di Wuhan, China, Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 176 negara menurut Johns Hopkins University, AS.
Hingga kini, sebanyak 607.900 orang di seluruh dunia dinyatakan positif virus korona dengan angka kematian lebih dari 28.100 orang, sedangkan jumlah pasien sembuh mencapai 131.800 jiwa.
Pada Jumat, menteri kesehatan Turki mengatakan jumlah kematian di negaranya mencapai 92 jiwa, sementara kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 5.698.
Italia, China, Iran, dan Spanyol terus menjadi negara yang paling terdampak Covid-19.
Meskipun jumlah kasus meningkat, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi virus menderita gejala ringan dan sembuh.