Turki

Pasukan Turki lumpuhkan teroris PKK pembunuh bayi dan ibunya

Seorang teroris senior PKK, Adil Akyurek, terlibat dalam serangan bom di pinggir jalan di Hakkari yang menewaskan seorang ibu dan bayinya yang berusia 11 bulan

Muhammad Abdullah Azzam   | 30.06.2020
Pasukan Turki lumpuhkan teroris PKK pembunuh bayi dan ibunya Anggota Tentara Nasional Suriah (SNA) beristirahat ketika mereka melancarkan operasi di desa Ras al-Ayn Suriah setelah pusat kota dibersihkan dari teroris PKK dan milisi YPG Kurdi Suriah, yang Turki anggap sebagai kelompok teror, dalam Operasi Perdamaian Turki Spring, pada 15 Oktober 2019. (Huseyin Nasir - Anadolu Agency)

Sivas

Kemal Erdoğmuş, Serhat Zafer

SIVAS, Turki

Seorang anggota senior kelompok teroris PKK yang membunuh seorang ibu dan bayi berusia 11 bulan dilumpuhkan di Hakkari, Turki timur, kata Kementerian Dalam Negeri Turki pada Selasa.

Otoritas Turki sering menggunakan kata "melumpuhkan" untuk menyiratkan teroris yang dimaksud menyerah atau dibunuh atau ditangkap.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, kementerian Turki itu menawarkan hadiah hingga 500.000 lira Turki (USD73.000) bagi siapa yang menangkap atau memberitahukan lokasi persembunyian teroris yang paling dicari itu.

Akyurek diidentifikasi sebagai salah satu pelaku serangan bom PKK di pinggir jalan 2018 di Hakkari yang merenggut nyawa seorang ibu Nurcan Karakaya, yang menikahi seorang prajurit Turki, dan bayi laki-laki mereka, Bedirhan Mustafa Karakaya.

Dalam kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa (UE) - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Pasukan keamanan Turki juga menyita peluncur roket RPG-7, senapan M-16, lima majalah, berbagai amunisi, dan granat bersama petinggi teroris itu.

Pada tahun 2019 dua teroris lain yang berada di belakang serangan itu, Metin Dasdemir dan Evin Sevim, ditangkap oleh pasukan Turki selama operasi anti-teror di provinsi Diyarbakir, Turki tenggara.

Luka yang tak kunjung sembuh

Suudiye Demir, ibu dari Nurcan Karakaya, mengatakan bahwa hatinya masih sakit sejak kehilangan anak perempuan dan cucunya, tetapi mendengar teroris yang dilumpuhkan itu membuatnya elbih lega.

"Mereka [pasukan keamanan] mendapatkan satu lagi dari mereka yang membunuh anak saya, semoga memberkati bangsa, negara, dan tentara kami. Tentara kami telah membuat saya bahagia," ungkap Demir kepada Anadolu Agency setelah mendengar berita itu.

Sembari menangis, Ibu Demir berkata bahwa dirinya akan bergegas ke pemakaman, tempat peristirahatan terakhir putrinya dan cucunya, dan memberi tahu mereka bahwa para teroris yang bertanggung jawab telah dibunuh.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın