Muhammad Abdullah Azzam
30 Juni 2020•Update: 01 Juli 2020
Kemal Erdoğmuş, Serhat Zafer
SIVAS, Turki
Seorang anggota senior kelompok teroris PKK yang membunuh seorang ibu dan bayi berusia 11 bulan dilumpuhkan di Hakkari, Turki timur, kata Kementerian Dalam Negeri Turki pada Selasa.
Otoritas Turki sering menggunakan kata "melumpuhkan" untuk menyiratkan teroris yang dimaksud menyerah atau dibunuh atau ditangkap.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, kementerian Turki itu menawarkan hadiah hingga 500.000 lira Turki (USD73.000) bagi siapa yang menangkap atau memberitahukan lokasi persembunyian teroris yang paling dicari itu.
Akyurek diidentifikasi sebagai salah satu pelaku serangan bom PKK di pinggir jalan 2018 di Hakkari yang merenggut nyawa seorang ibu Nurcan Karakaya, yang menikahi seorang prajurit Turki, dan bayi laki-laki mereka, Bedirhan Mustafa Karakaya.
Dalam kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa (UE) - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.
Pasukan keamanan Turki juga menyita peluncur roket RPG-7, senapan M-16, lima majalah, berbagai amunisi, dan granat bersama petinggi teroris itu.
Pada tahun 2019 dua teroris lain yang berada di belakang serangan itu, Metin Dasdemir dan Evin Sevim, ditangkap oleh pasukan Turki selama operasi anti-teror di provinsi Diyarbakir, Turki tenggara.
Luka yang tak kunjung sembuh
Suudiye Demir, ibu dari Nurcan Karakaya, mengatakan bahwa hatinya masih sakit sejak kehilangan anak perempuan dan cucunya, tetapi mendengar teroris yang dilumpuhkan itu membuatnya elbih lega.
"Mereka [pasukan keamanan] mendapatkan satu lagi dari mereka yang membunuh anak saya, semoga memberkati bangsa, negara, dan tentara kami. Tentara kami telah membuat saya bahagia," ungkap Demir kepada Anadolu Agency setelah mendengar berita itu.
Sembari menangis, Ibu Demir berkata bahwa dirinya akan bergegas ke pemakaman, tempat peristirahatan terakhir putrinya dan cucunya, dan memberi tahu mereka bahwa para teroris yang bertanggung jawab telah dibunuh.