Muhammad Abdullah Azzam
16 Desember 2020•Update: 16 Desember 2020
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Dalam deklarasi bersama, partai politik Turki pada Rabu mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mencabut keputusannya yang menjatuhkan sanksi kepada Turki atas akuisisi sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
"Kami menolak keputusan sanksi AS yang diumumkan pada 14 Desember 2020. Turki tidak pernah ragu untuk mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasionalnya," tutur deklarasi tersebut.
Turki bukanlah negara yang akan mengambil langkah mundur atas ancaman dan sanksi dalam masalah ini, kata deklarasi itu, seraya menambahkan langkah palsu yang diambil oleh AS ini tidak mematuhi semangat aliansi NATO.
Negara itu juga mengatakan sanksi tersebut tidak akan menguntungkan hubungan kedua negara, "yang harus dijunjung atas dasar prinsip saling menghormati."
“Sikap AS juga tidak mematuhi aliansi NATO,” ujar deklarasi itu.
"Untuk alasan ini, kami meminta AS untuk berbalik dari kesalahan besar ini secepat mungkin," tekan mereka.
Deklarasi tersebut dikeluarkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, kubu oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Gerakan Nasionalis (MHP), dan Partai Baik (IYI).
Namun deklarasi tersebut tidak ditandatangani oleh Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang dituding pemerintah Turki memiliki hubungan dengan PKK.
Turki sudah lama menjadi anggota aliansi NATO selama hampir 70 tahun.
AS pada Senin menjatuhkan sanksi pada Turki atas pembelian S-400 Rusia.
Ketika berupaya untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot dari AS yang tak larut-larut membuahkan hasil, Turki pada April 2017 menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli rudal S-400.
Akuisisi Turki atas sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang canggih mendorong AS untuk menghapus Turki dari program F-35 pada Juli 2019.
AS mengklaim sistem tersebut dapat digunakan oleh Rusia secara diam-diam untuk mendapatkan informasi rahasia pada jet tersebut dan tidak sesuai dengan sistem NATO.
Turki pun membantah bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi tersebut, dan mengusulkan komite untuk memeriksa masalah tersebut.
Negara itu juga mengatakan pihaknya membeli sistem Rusia setelah AS selama bertahun-tahun menolak upayanya untuk membeli rudal Patriot AS.