Safvan Allahverdi
24 April 2018•Update: 24 April 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Turki pada Senin mengatakan gaya bahasa kontroversial yang digunakan oleh beberapa politisi Eropa adalah "permainan yang sangat berbahaya" dan bisa memicu kebangkitan ekstremisme di Eropa Barat.
"Kami, para pemangku kebijakan dan politisi, memiliki tanggung jawab penting. Salah satu alasan meningkatnya ekstremisme di Eropa Barat adalah gaya bahasa yang bersifat memecah belah yang digunakan oleh beberapa politisi," kata Mevlut Cavusoglu pada KTT Dewan Keamanan PBB di New York.
"Sikap ini membeda-bedakan orang berdasarkan etnis dan agama. Ini adalah permainan yang sangat berbahaya," katanya.
Dia mendesak politisi untuk mengcegah menciptakan stereotip, dan mengatakan setiap orang harus menyampaikan pesan positif untuk menyatukan dunia.
Cavusoglu mengatakan orang-orang muda di seluruh dunia menjadi sasaran ideologi radikal, ekstremis, dan teroris.
"Kelompok-kelompok teroris seperti Daesh, Al-Qaeda, PKK, YPG dan FETO [Organisasi Teror Fetullah] terus merekrut wanita, anak-anak dan remaja. Kita harus menghentikan ini. Yang kita butuhkan adalah pendekatan holistik," katanya, mengatakan bahwa radikalisasi dan ekstremisme tidak terbatas pada satu agama, agama atau komunitas tertentu.
"Ini adalah tantangan kita bersama, dan kita perlu menghadapinya bersama. Resolusi Dewan Keamanan 2250 adalah bukti peran penting pemuda dalam [memberikan kontribusi terhadap] perdamaian dan keamanan, dan resolusi baru yang akan diterapkan harus memberikan panduan lebih lanjut," dia kata.
Cavusoglu memberikan contoh negaranya sendiri, dimana Turki mengembangkan "struktur dan kebijakan pemerintah khusus" untuk memenuhi kebutuhan generasi mudanya, yang setara dengan separuh dari total populasi, serta hampir satu juta pemuda Suriah yang hidup di wilayah Turki.
"Kami mempromosikan integrasi sosial dan program rehabilitasi. Pendidikan juga merupakan faktor kunci, dan kami tidak melupakan siapa pun dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua. Kami juga mempromosikan dialog antara para pemuda dari latar belakang yang berbeda," kata Cavusoglu.
Cavusoglu tiba di New York pada Minggu untuk berbicara kepada Majelis Umum PBB mengenai kontribusi dan pendekatan Turki terhadap upaya PBB untuk membangun dan mempertahankan perdamaian.
Dia juga akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengadakan pertemuan bilateral dengan rekan-rekannya di sela-sela rapat dan berbicara dengan media Turki dan AS.