Turki

Eks teroris PKK ungkap penyesalan bergabung dengan kelompok teroris

Setelah bergabung, saya menyadari bahwa saya telah ditipu, digunakan sebagai alat. Saya ingin melarikan diri, tetapi tidak bisa, kata mantan teroris PKK itu

Adsız Günebakan   | 05.05.2021
Eks teroris PKK ungkap penyesalan bergabung dengan kelompok teroris Ilustrasi. Pasukan teroris PKK/YPG (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

GAZIANTEP 

Seorang mantan teroris mengatakan kepada Anadolu Agency bagaimana dia "tertipu" untuk bergabung dengan kelompok teroris PKK dan betapa dia menyesal telah bergabung dengan kelompok teroris itu.

Mantan teroris dengan inisial M.A. menceritakan dia bergabung dengan PKK sekitar tahun 2014, ketika teroris PKK menggunakan perjuangan untuk membebaskan Ayn al-Arab (Kobani) di Suriah utara dari Daesh/ISIS untuk menghasut kekerasan bersenjata di Turki.

Pada Oktober tahun itu, PKK dan perpanjangan politik mereka serta pendukungnya menggunakan Ayn al-Arab sebagai dalih untuk menyebarkan perselisihan dan pertumpahan darah di Turki.

“Saya ikut serta dalam acara ini dengan teman-teman saya. Awalnya saya ikut demo di jalan,” kata M.A.

“Beberapa teman saya tertangkap. Salah satu teman saya pergi ke kantor Partai Rakyat Demokratik (HDP) untuk menanyakan tentang orang lain yang tertangkap, ”tambah dia, merujuk pada sebuah partai politik yang sekarang menghadapi potensi penutupan karena hubungan dengan kelompok teroris.

Hubungan dengan HDP ini membawanya menjadi anggota PKK yang bersembunyi di pedesaan, lanjut M.A.

“Dengan propaganda yang gencar, orang-orang siap dikirim ke jajaran organisasi pedesaan (PKK). Jadi saya putuskan untuk ikut, kagum dengan acara Kobani,” sebut dia.

'HDP adalah cabang politik teroris PKK'

Menceritakan bagaimana dia pergi ke Suriah secara ilegal, bergabung dengan kelompok teroris, dan mendapatkan pelatihan bersenjata dan ideologis, M.A. mengatakan dirinya diangkat jadi "komandan tim" sebelum dia ditunjuk sebagai pengawal untuk Muzaffer Ayata, salah satu jabatan yang disebut sebagai pemimpin PKK.

“HDP dan Partai Daerah Demokrasi (DBP) adalah cabang politik dari kelompok teroris PKK,” ujar dia.

Tokoh politik papan atas di HDP dipilih oleh "Dewan Presiden" PKK, tambah dia, sambil mengatakan tidak ada proses independen.

"Orang-orang yang diidentifikasi oleh PKK di bawah kepemimpinan HDP/DBP menyampaikan instruksi dari pemimpin organisasi teroris, Abdullah Ocalan, kepada organisasi di pedesaan Irak," kata dia, merujuk pada pemimpin PKK, yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Turki.

Dia mengatakan instruksi ini tidak dibawa secara tertulis, mereka disampaikan secara lisan.

“Leyla Guven, salah satu deputi HDP, memulai dan mengakhiri mogok makan atas perintah PKK. Itu bukanlah keputusan HDP atau Leyla Guven. Instruksi ini diberikan secara terbuka atau dengan kode oleh organ pers dari organisasi yang berafiliasi dengan PKK,” jelas dia.

'Saya tertipu untuk bergabung'

Menekankan bagaimana pemikirannya berubah setelah dia bergabung dengan kelompok teroris PKK, M.A. mengatakan, “Mereka mengganggu warga Kurdi di lingkungan saya. Saya terkesan dengan ini, pergi ke Suriah, dan bergabung dengan kelompok teroris. "

“Beberapa waktu setelah bergabung, saya menyadari bahwa saya telah ditipu, digunakan sebagai alat. Meski saya ingin melarikan diri, saya tidak dapat melarikan diri karena dikontrol dengan sangat ketat,” tambah dia.

“Terakhir kali saya melarikan diri, saya menyerah kepada pasukan keamanan Republik Turki atas keinginan saya sendiri. Saya menyesal bergabung dengan kelompok ini. "

Dengan penyerahan terbaru seperti itu, pada 27 April, jumlah teroris yang meletakkan senjata mereka melalui upaya persuasi pada tahun 2021 telah meningkat menjadi 58, menurut data Kementerian Dalam Negeri.

Dalam lebih dari 35 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE - bertanggung jawab atas kematian setidaknya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Pada 17 Maret, jaksa tertinggi Turki mengajukan dakwaan untuk membubarkan HDP, menyebutnya sebagai partai tidak demokratis yang bekerja sama dengan kelompok teroris PKK dan berupaya menghancurkan persatuan negara.

Dakwaan tersebut menuduh para pemimpin dan anggota HDP bertindak melawan aturan hukum yang demokratis dan universal, memiliki hubungan dengan teroris PKK dan kelompok-kelompok terkait, dan ingin menghancurkan dan menghilangkan integritas Turki.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın