Turki

AS, Turki evaluasi kembali situasi di Idlib

Utusan Khusus AS untuk Suriah mengunjungi Ankara untuk menunjukkan dukungan ke Turki

Rhany Chaırunıssa Rufınaldo   | 12.02.2020
AS, Turki evaluasi kembali situasi di Idlib Perwakilan khusus Amerika Serikat untuk Rusia James Jeffrey berbicara di depan pers saat tiba di Ankara Turki, pada 11 Februari 2020. (Mehmet Ali Özcan - Anadolu Agency)

Ankara

Zuhal Demirci

ANKARA

Utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah mengunjungi Turki pada Selasa untuk mengevaluasi kembali perkembangan terakhir di kawasan tersebut.

Berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional Ankara Esenboga, James Jeffrey mengatakan Turki, sebagai sekutu NATO, menghadapi ancaman besar di Idlib, Suriah, yang berasal dari rezim Assad dan Rusia.

Jeffrey mengatakan dia datang ke Ankara untuk mengevaluasi kembali situasi dengan pemerintah Turki, menambahkan bahwa AS akan memberikan sebanyak mungkin dukungan kepada negara itu.

Dia juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya pasukan Turki akibat serangan rezim di Idlib pada Senin pagi.

Pasukan Turki berada di Idlib sebagai bagian dari misi anti-teror dan perdamaian.

Idlib telah menjadi kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2011.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi, rezim Assad dan pasukan Rusia di zona itu terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih dari 1.800 warga sipil tewas.

Penasihat senior duta besar Rich Outzen, yang mendampingi Jeffrey, mengatakan AS mengutuk keras serangan rezim Damaskus.

Menekankan pentingnya solidaritas, Outzen mengatakan negaranya akan terus melakukan kontak dekat dengan Turki.

"Di Ankara, Duta Besar Jeffrey akan bertemu dengan para pejabat senior Turki untuk membahas serangan militer yang didukung Rusia rezim Assad di #Idlib dan bagaimana kita dapat bekerja sama menuju solusi politik untuk Konflik Suriah," kata Kedutaan Besar AS di Turki melalui Twitter.

Kedutaan juga menyerukan gencatan senjata langsung dan akses penuh ke daerah-daerah yang terkena dampak oleh organisasi kemanusiaan untuk mengurangi penderitaan ratusan ribu orang yang telah melarikan diri dari pemboman yang tak henti-hentinya.

“Tindakan destabilisasi Rusia, rezim Iran, Hizbullah & rezim Assad menghalangi pembentukan gencatan senjata nasional di Suriah sebagaimana menyerukan UNSCR 2254 & pengembalian yang aman dari ratusan ribu pengungsi di Suriah utara ke rumah mereka," tambah perwakilan diplomatik AS.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.