Muhammad Abdullah Azzam
30 Juli 2020•Update: 30 Juli 2020
Burak Bir, Gozde Bayar
ANKARA
Menteri Kesehatan Turki pada Rabu mengatakan bahwa tingkat akurasi dari alat tes Covid-19 di negara tersebut lebih dari 90 persen.
Pada konferensi pers setelah pertemuan Dewan Penasihat Ilmiah Covid-19 Turki, Fahrettin Koca mengatakan jumlah kasus Covid-19 baru turun 15 persen dalam 10 hari setelah Idul Fitri, setelah bulan suci Ramadhan, karena adanya pembatasan ketat.
"Kita perlu memanfaatkan waktu dengan baik dan melewati gelombang kedua virus yang diantisipasi dunia," kata dia menekankan bahwa bahaya pandemi masih terus berlanjut.
Dia mengatakan Turki dapat mengembangkan vaksin pada kuartal pertama tahun depan.
"Turki berkomunikasi dengan China dan Rusia guna membahas soal vaksin Covid-19 dan mengikuti perkembangan dan kerjasama secara dekat."
Turki sejauh ini secara keseluruhan melaporkan 227.982 kasus virus korona, sedikitnya 211.561 telah pulih dan ada 5.645 kasus kematian.
Pandemi global ini telah merenggut lebih dari 661.300 jiwa di 188 negara dan wilayah sejak dia menyebar dari Wuhan, China pada Desember lalu.
Amerika Serikat (AS), Brasil, Rusia, dan India saat ini menjadi negara-negara dengan jumlah infeksi paling banyak global.
Hingga kini lebih dari 16,78 juta kasus Covid-19 dilaporkan di seluruh dunia, dengan pemulihan melebihi 9,79 juta, ungkap data Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.