Turki

93% korban Covid-19 yang meninggal di Turki berusia 65 tahun ke atas

Upaya Turki dalam menangani wabah membuktikan bahwa Turki akan berkontribusi kepada Uni Eropa, ungkap Menkes Turki kepada 26 duta besar negara anggota Uni Eropa

Muhammad Abdullah Azzam   | 06.06.2020
93% korban Covid-19 yang meninggal di Turki berusia 65 tahun ke atas Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca berbicara kepada media setelah melakukan pertemuan dengan Dewan Sains yang membahas Covid-19, melalui konferensi video, di Ankara, Turki, 3 Juni 2020. (Aytuğ Can Sencar - Anadolu Agency)

Ankara

Selma Kasap

ANKARA

Sekitar 93 persen pasien infeksi Covid-19 di Turki berusia 65 tahun atau di atasnya, kata menteri kesehatan negara itu pada Jumat.

"Usia rata-rata orang yang meninggal selama sebulan terakhir adalah 74,6," ungkap Fahrettin Koca kepada para duta besar dari 26 negara Uni Eropa (UE) melalui konferensi video dalam pengarahan singkat tentang virus tersebut.

Dia menambahkan sebanyak 93 persen dari total kematian adalah mereka yang berusia 65 tahun atau lebih.

Setelah mulai mengurangi pembatasan Covid-19, negara itu telah menghidupkan kembali sektor pariwisata kesehatan.

“Lebih dari 1.000 wisatawan layanan kesehatan telah mengunjungi Turki dalam 10 hari terakhir,” kata Koca dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan.

Turki membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan kesehatan dari semua negara pada 28 Mei lalu.

Dengan adanya pasien dari luar negeri yang menerima layanan berkualitas tinggi dan harga yang jauh lebih rendah, Turki memperoleh pendapatan sekitar USD1,5 miliar dari pariwisata kesehatan pada tahun 2018.

'Kesehatan menjadi kekuatan bagi Turki'

Koca juga mengatakan Turki siap untuk melakukan kerja sama di sektor kesehatan.

"Seperti yang Anda semua ketahui, keanggotaan penuh UE adalah tujuan strategis Turki. Proses wabah membuktikan bahwa Turki akan membawa kekuatan besar untuk UE, tak hanya di bidang kebijakan dan ekonomi tetapi juga di bidang kesehatan, ” ungkap dia kepada para duta besar.

Dia mengatakan Turki memiliki kapasitas untuk melakukan tes untuk virus tersebut lebih dari 50.000 orang per-hari, dia juga menambahkan bahwa negaranya telah melakukan tes lebih dari 2,2 juta orang hingga saat ini.

Berkat protokol perawatan dini, persentase pasien rawat inap yang mengidap pneumonia turun drastis dari 60 persen menjadi 3 persen, ungkap dia menambahkan hal itu juga menyebabkan penurunan tajam dalam tingkat kematian di unit perawatan intensif dari 58 persen menjadi 7 persen.

Menyoroti Turki melindungi para lansia secara ketat di rumah mereka sejak awal wabah, Koca mengatakan langkah-langkah ini terbukti efektif dengan menghasilkan tingkat kematian yang lebih rendah untuk lansia.

Mengenai keberhasilan dalam memproduksi dan mengekspor alat-alat medis yang menyelamatkan jiwa, Menkes Turki mengatakan negaranya mengekspor lebih dari 4.000 ventilator mekanis buatan Turki yang sangat penting untuk merawat pasien Covid-19.

Ventilator mekanik dirancang oleh BIOSYS perusahaan Turki dan diproduksi dengan dukungan Baykar, pembuat alat utama Arcelik, dan perusahaan pertahanan raksasa Aselsan.

Koca menyimpulkan bahwa Turki akan menjadi tujuan penting untuk wisata medis di masa depan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın