Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
03 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
Muhammed Boztepe
ANKARA
Empat tentara Turki gugur dan sembilan lainnya terluka dalam serangan pasukan rezim Bashar al-Assad di Suriah barat laut pada Senin.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan para prajurit - yang dikirim sebagai bala bantuan ke wilayah tersebut untuk tujuan mencegah konflik di zona eskalasi Idlib - diserang oleh pasukan rezim, meskipun lokasi mereka sebelumnya telah dikoordinasikan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa salah satu tentara yang terluka berada dalam kondisi kritis, sementara Angkatan Bersenjata Turki telah menanggapi serangan itu dan menghancurkan target.
Pelanggaran gencatan senjata
Terletak di barat laut Suriah dekat perbatasan Turki, Idlib menjadi benteng bagi pasukan oposisi dan kelompok bersenjata anti-rezim sejak meletusnya perang sipil pada 2011.
Populasi kota meningkat menjadi empat juta jiwa karena migrasi domestik di tengah rentetan serangan besar.
Pada 2017, Turki, Rusia, dan Iran mengadakan pertemuan di kota Astana, Kazakhstan, dan mengumumkan bahwa Idlib dan kota-kota tetangganya akan menjadi zona de-eskalasi.
Namun, rezim Assad dan kelompok-kelompok teror yang didukung Iran terus melancarkan serangan dan melanggar perjanjian.
Berkat dukungan angkatan udara Rusia, rezim mendapatkan kendali atas semua wilayah ini kecuali Kota Idlib.
Agresi berlanjut setelah 17 September 2018, ketika Turki dan Rusia mengadakan pertemuan Sochi sebagai upaya untuk menghentikan serangan yang telah menyebabkan setidaknya 1,3 juta warga sipil bermigrasi ke perbatasan Turki dan sekitar 1.600 warga sipil tewas dalam pemboman.