Muhammad Nazarudın Latıef
02 Februari 2020•Update: 03 Februari 2020
JAKARTA
Delegasi Indonesia dan Turki kembali bertemu untuk bernegosiasi putaran keempat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT CEPA) pada 30--31 Januari 2020 di Ankara, Turki.
Pada putaran keempat terdapat enam Working Group yang membahas berbagai isu perdagangan kedua negara. Isu-isu tersebut terkait perdagangan barang, kerja sama ekonomi (economic cooperation), bea dan cukai, serta fasilitasi perdagangan (customs and trade facilitation/CTF), pengamanan perdagangan (Trade Remedies/TR), sanitasi dan fitosanitasi (sanitary and phytosanitary/SPS), serta aspek legal.
“Perundingan berlangsung sangat baik dan terdapat kemajuan di hampir semua Working Group" kata Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangan resmi yang diterima Anadolu Agency, Minggu.
Perundingan putaran keempat mendorong kedua negara optimistis untuk menyelesaikan perundingan tahun 2020.
”Delegasi Indonesia berharap, IT CEPA ini nantinya akan menjadi jembatan bagi kedua negara meningkatkan perdagangan yang saat ini masih di bawah potensi yang ada," tambah Ni Made.
Data total perdagangan Indonesia-Turki meningkat dalam tiga tahun terakhir, namun kata Ni Made, Indonesia dan Turki menilai belum merefleksikan potensi sesungguhnya yang dimiliki kedua negara.
Kedua delegasi perdagangan sepakat melanjutkan perundingan putaran ke-5 di Indonesia pada bulan April 2020.
Pada 2018, nilai ekspor Indonesia ke Turki sebesar USD1,18 miliar dengan pangsa pasar 0,59 persen.
Sedangkan impor Indonesia dari Turki sebesar USD611,5 juta. Total perdagangan Indonesia dengan Turki senilai USD 1,79 miliar atau meningkat 5,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 (YoY).
Selain itu, neraca perdagangan dalam kurun waktu lima tahun terakhir surplus bagi Indonesia. Sementara nilai investasi Turki di Indonesia tercatat senilai USD3,7 juta pada 2018.