Regional

Survei: 55 warga Malaysia puas kinerja Perikatan Nasional

64 persen penduduk pedesaan merasa koalisi antara Umno dan PAS akan memperkuat hak-hak orang Melayu dan Islam

Pizaro Gozali Idrus   | 03.11.2020
Survei: 55 warga Malaysia puas kinerja Perikatan Nasional Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yassin. (Adli Ghazali - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Survei menunjukkan sebanyak 55 persen warga Malaysia puas dengan kinerja pemerintahan Perikatan Nasional walaupun naiknya Muhyiddin Yassin menjadi perdana menteri diwarnai kontroversi.

Emir Research mengatakan studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan hanya 9 persen responden meragukan peran pemerintah dalam menyelesaikan masalah nasional.

“Sebanyak 53 persen percaya pemerintah memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah nasional,” kata Emir Research.

Emir Research dipimpin Rais Hussin yang baru-baru ini ditunjuk sebagai chairman Malaysia Digital Economy Corporation.

Riset bertajuk “Pulse From the Ground: Emir Research Quarterly Poll for Third Quarter 2020 (Part 1)” menemukan pribumi Sabah dan Sarawak merupakan pendukung terbesar pemerintah Perikatan Nasional.

“Mereka, 74 persen, memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan pada kemampuan pemerintah saat ini untuk menyelesaikan masalah nasional,” rilis Emir Research.

Sementara itu, dalam hal memperkuat dominasi Melayu dalam politik, sebanyak 59 mayoritas Melayu menilai koalisi The United Malays National Organisation (UMNO) dan Partai Islam se-Malaysia (PAS) mampu menjamin hak-hak Islam terpenuhi.

Riset tersebut dilakukan antara lain untuk menilai arah persepsi negara dan kondisi kehidupan masyarakat.

Dalam hal penyelesaian masalah nasional, 66 persen masyarakat pedesaan berpendapat bahwa Perikatan Nasional memiliki kemampuan tersebut, sedangkan 48 persen penduduk perkotaan memiliki pendapat sama.

“64 persen penduduk pedesaan merasa koalisi antara Umno dan PAS akan memperkuat hak-hak orang Melayu dan Islam, sedangkan hanya 46 persen penduduk kota yang memiliki pandangan yang sama,” terang Emir Research.

Penelitian tersebut juga menemukan lebih banyak penduduk pedesaan daripada penduduk perkotaan setuju pemilihan umum 2018 telah menyebabkan jatuhnya kekuatan politik Melayu.

Dalam hal perspektif usia, Penelitian Emir menemukan mereka yang berada di kelompok usia yang lebih tua menunjukkan dukungan lebih kuat untuk pembentukan pemerintahan PN dengan usia 31 hingga 40 tahun terhitung 60 persen, 41 hingga 50 tahun pada 62 persen, dan mereka yang berusia 51 tahun ke atas juga sebesar 62 persen.

“Orang Malaysia yang lebih tua berpikir koalisi antara Umno dan PAS akan memastikan hak-hak orang Melayu dan Islam,” ujar Emir Research.

Pada akhir Februari, wakil presiden partai oposisi Partai Keadilan Rakyat Mohamed Azmin Ali memimpin 10 anggota parlemen meninggalkan partainya untuk mendukung Perikatan Nasional.

Langkah ini memicu salah satu krisis politik terburuk di Malaysia dan menjatuhkan kekuasaan pemerintahan Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohammad.

Maret lalu, Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri setelah jatuhnya pemerintah Pakatan Harapan.

Raja menilai Muhyiddin Yassin mendapatkan dukungan mayoritas dibandingkan dengan kandidat lainnya setela mewawancara 222 anggota parlemen Malaysia.

Dalam politik Malaysia, setidaknya dibutuhkan 112 dari 222 suara anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

Kini Muhyiddin memimpin pemerintahan PN, bersama dengan Umno dan PAS yang dahulu merupakan musuh politiknya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.