Sumeyye Dilara Dince
11 Mei 2022•Update: 12 Mei 2022
ANKARA
Tiga puluh enam tahun setelah Ferdinand Marcos menyerahkan kekuasaan, Filipina akan diperintah oleh Marcos lainnya, demikian hasil pemilu Filipina.
Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr, 64, putra mendiang Marcos senior, muncul sebagai pemenang dari pemilihan presiden pada Senin, memenangkan sekitar 59% persen suara yang diberikan oleh warga Filipina.
Ditanya oleh wartawan apakah dia akan mengejar kebijakan luar negeri pro-China atau pro-AS, di wilayah dunia dengan persaingan sengit antara keduanya, Marcos Jr. mengatakan kebijakan luar negerinya akan memprioritaskan kepentingan Filipina.
Dia menegaskan hanya akan bekerja untuk Filipina, menambahkan bahwa kesejahteraan warga Filipina akan menjadi fokus kebijakan luar negerinya.
Menekankan bahwa China adalah kekuatan baru di Lingkar Asia-Pasifik, Marcos Jr. mengatakan diplomasi adalah kunci untuk menyelesaikan perselisihan dengan China di Laut China Selatan.
Mengenai persaingan Amerika-Cina di Pasifik, dia mengatakan bahwa negaranya berjalan di garis tipis antara dua kekuatan tanpa mengorbankan “hubungan khusus dengan AS.”
Karena hubungan ini, AS dapat melakukan banyak hal untuk membantu Filipina, kata Marcos Jr.
Meskipun Marcos Jr. telah mengupayakan hubungan yang lebih baik dengan Rusia, dia menekankan bahwa kemerdekaan Ukraina harus dihormati.
Siapa Ferdinand Marcos Jr?
Ferdinand Romualdez Marcos lahir pada tahun 1957. Ia adalah anak kedua dan putra tunggal mendiang Ferdinand Marcos – yang menjabat sebagai presiden selama 31 tahun, dari tahun 1965 hingga 1986 – dan jandanya, mantan ibu negara Imelda Marcos.
Dia terpilih menjadi anggota DPR negara itu pada tahun 1992.
Dia juga menjabat sebagai senator dari 2010 hingga 2016, dan pada 2016 kalah dalam pencalonan wakil presiden dari Leni Robredo.