Pekerja Filipina di Dubai meninggal karena virus korona
Meski begitu masih perlu ditinjau lebih lanjut apakah pekerja itu meninggal karena virus Wuhan atau MERS
Jakarta Raya
JAKARTA
Departemen Tenaga Kerja Filipina mengkonfirmasi bahwa pekerja rumah tangga Filipina di Dubai meninggal karena virus korona, namun belum jelas tipe yang mana.
Sekretaris Perburuhan Silvestre Bello III mengatakan masih perlu ditinjau lebih lanjut apakah pekerja berusia 58 tahun itu meninggal karena virus Wuhan atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV).
“Namun jenazahnya harus segera dikremasi, dia meninggal karena virus,” ujar Bello, kutip the Philippine Star hari ini.
Bello menambahkan bahwa pekerja itu menjadi buruh rumah tangga di Dubai selama 28 tahun.
Berita radio dzMM pada 2 Februari mengabarkan bahwa dia terinfeksi virus korona.
Kasus pertama virus korona tipe baru di Timur Tengah terkonfirmasi di Uni Emirat Arab pada 29 Januari.
Kasus itu terjadi pada empat orang anggota keluarga yang baru saja pulang dari perjalanan ke Kota Wuhan, pusat epidemi virus korona tipe baru.
Virus korona tipe baru mengepung berbagai negara, dengan pusat epidemi di Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Sejak 23 Januari, China mengisolasi Wuhan dan kota-kota lainnya di Provinsi Hubei setelah virus korona baru merenggut lebih banyak nyawa.
Hingga hari ini, Kamis, Lembaga riset The Center for Systems Science and Engineering (CSSE) John Hopkins University mencatat virus itu menewaskan 565 orang, dengan 28.344 kasus.
Sementara pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 1.299 orang, sampai hari ini.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
