Regional

Menlu Retno: Tak ada lagi WNI yang jadi sandera Abu Sayyaf

Sejak 2016 hingga kini tercatat ada 44 warga Indonesia jadi sandera kelompok Abu Sayyaf

Erric Permana   | 05.04.2021
Menlu Retno: Tak ada lagi WNI yang jadi sandera Abu Sayyaf Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kedua kiri) bertemu keluarga WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Indonesia pada 11 April 2019. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah Indonesia menyerahkan empat WNI korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf yang bebas Maret lalu pada keluarga.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pembebasan empat WNI tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Intelijen Negara (BIN) serta militer Filipina.

Mereka adalah Arizal Kasta Miran, Arsad Bin Dahlan, Andi Riswanto serta Mohammad Khairudin.

Mereka korban penyanderaan selama satu tahun tiga bulan.

Retno memastikan tidak ada lagi WNI yang menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf.

"Sejak 2016 hingga saat ini tercatat 44 warga negara Indonesia menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf," ujar Menteri Retno dalam acara serah terima korban sandera kepada keluarga pada Senin.

"Dengan bebasnya empat WNI ini, maka tidak ada lagi warga Indonesia menjadi korban," sambung dia.

Dia menyatakan pemerintah akan memperkuat pengamanan serta bekerja sama dengan otoritas Filipina untuk mencegah penyanderaan serupa.

"Selain itu kehati-hatian nelayan kita yang bekerja di kapal Malaysia juga penting untuk terus ditingkatkan. Kita akan melakukan komunikasi kepada pemilik kapal," kata Retno.

"Selamat berkumpul kembali dengan keluarga dan kepada ibu dan bapak," tambah dia.

Pada akhir Maret lalu, Pasukan Filipina berhasil menewaskan seorang pemimpin kelompok penculikan Abu Sayyaf di Tawi-Tawi dan menyelamatkan empat sandera Indonesia yang ditahan sejak 2020 lalu.

Keempat sandera itu termasuk di antara lima orang Indonesia yang diculik oleh Abu Sayyaf pada 17 Januari tahun lalu di lepas pantai Tambisan Malaysia.

Satu dari lima orang sandera itu tewas saat mencoba melarikan diri.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.