Hayati Nupus
11 Juli 2019•Update: 11 Juli 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Malaysia tak lagi tertekan karena persoalan keuangan seiring penanganan utang yang dilakukan dengan hati-hati, ujar Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
“Kami dapat menangani persoalan keuangan negara. Kami tak lagi di bawah tekanan masalah keuangan karena kami mengaturnya dengan hati-hati,” kata Mahathir pada Rabu, seperti dikutip Channel News Asia.
Sejak Kabinet Pakatan Harapan (PH) berkuasa Mei 2018 lalu, Malaysia dibebani utang lebih dari RM1 triliun atau USD241 miliar.
Sementara April tahun ini, Mahathir menyatakan bahwa utang nasional turun menjadi RM686 miliar.
Strategi untuk mengatasi persoalan keuangan itu, kata Mahathir, pemerintah meninjau proyek-proyek dan kesepakatan besar masa lalu yang dilakukan oleh Pemerintah Barisan Nasional yang berkuasa pada periode sebelumnya, mengejar dana kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad dan mendeklarasikan perang melawan korupsi.
Sisa utang yang masih ada, lanjut Mahathir, masih dapat tertangani dengan baik.
Terlebih pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menjual beberapa aset demi memangkas defisit lanjutan, tambah Mahathir.
Sementara pemerintah juga telah menetapkan langkah-langkah pemulihan keuangan, ujar Mahathir.
“Saya pikir dalam tiga tahun ke depan, masalah kita akan berkurang, tapi memang pemulihan itu tidak mudah,” imbuh dia.
“Perlu sekitar 10 atau 15 tahun lagi agar kita pulih dan menjadi Macan Asia.”
Mahathir mengatakan penurunan jumlah utang secara signifikan itu merupakan pencapaian penting Kabinet Pakatan Harapan.
“Kami bisa mengatakan ini adalah prestasi,” kata dia.
Dia mencatat, tak banyak negara yang dapat menghadapi situasi serupa seperti Malaysia dalam menghadapi persoalan keuangan.