Mahathir Mohamad masuk di antara pria paling berpengaruh di dunia
Mahathir diakui sebagai pemimpin yang kredibel karena pikiran dan ide-idenya telah dihargai dan dipuji oleh banyak pemimpin dunia
Jakarta Raya
Muhammad Latief
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh di dunia hanya dalam satu tahun masa jabatannya sebagai perdana menteri ketujuh.
Seperti diberitakan Bernama, pada awal Januari, dia dinobatkan sebagai Muslim Man of the Year oleh Muslim500, sebuah lembaga pemeringkat 500 muslim paling berpengaruh di dunia.
Pada April, Mahathir menduduki peringkat di antara 100 orang paling berpengaruh di dunia 2019 oleh majalah berita internasional 'Time'.
Awal bulan ini, portal internasional, Fortune.com, memeringkat Mahathir dalam posisi 47 dalam daftar '50 Pemimpin Tertinggi Dunia'.
Sebagai perdana menteri tertua di dunia, banyak yang mengenal Mahathir sebagai pemimpin yang berani dan vokal, teguh dalam keputusan, dapat dipercaya dan memiliki tingkat disiplin yang tinggi, terutama dalam hal ketepatan waktu.
Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-73 di New York pada 29 September tahun lalu, Mahathir menyerukan dengan berani untuk reformasi badan dunia dan menyarankan bahwa veto tidak boleh hanya dengan satu anggota tetap tetapi oleh setidaknya dua dan didukung oleh tiga anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Dia juga menarik perhatian dunia ketika dia mengutuk pemerintah Myanmar atas pembantaian Rohingya di Rakhine, dan Israel karena melanggar hukum internasional.
Pengamat dari Universiti Putra Malaysia (UPM) Syed Agil Alsagoff mengatakan Mahathir diakui sebagai pemimpin yang kredibel karena pikiran dan ide-idenya telah dihargai dan dipuji oleh banyak pemimpin dunia.
Perdana menteri, yang juga memegang ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI), telah merumuskan berbagai strategi untuk penyatuan negara-negara Arab untuk melepaskan diri dari pengaruh AS dan Israel.
"Kritiknya terhadap pendudukan Israel atas Palestina dan invasi AS ke Irak pada 2003, juga telah mendorong dan memotivasi negara-negara Arab untuk mendukung kepemimpinannya dan mengakui dia sebagai pemimpin dunia yang disegani.
Syed Agil mengatakan Mahathir juga dianggap sebagai negarawan Muslim yang mengubah Malaysia menjadi model bagi dunia Muslim dan akan selalu diingat sebagai pemimpin Malaysia yang telah menyalurkan berbagai bantuan ke Bosnia dan Herzegovina untuk membangun kembali dirinya sendiri setelah negara Balkan terlibat dalam perang pada 1990-an.
Menurut dosen Universiti Utara Malaysia dalam bidang politik dan hubungan internasional Prof Azizuddin Mohd Sani, Mahathir konsisten dalam memperjuangkan isu-isu dunia termasuk yang melibatkan Palestina, Rohingya serta negara-negara berkembang atau terbelakang.
Mahathir telah membentuk Pengadilan Kejahatan Perang Kuala Lumpur untuk 'mengadili' para pemimpin negara-negara yang terlibat dalam perang Irak pada tahun 2003 yang telah merenggut nyawa 1,4 juta warga sipil.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
