Regional

Mahathir: Kita perlu jelaskan Islam tak dukung terorisme

Turki, Malaysia dan Malaysia luncurkan proyek televisi untuk memerangi Islamofobia

Muhammad Abdullah Azzam  | 30.09.2019 - Update : 01.10.2019
Mahathir: Kita perlu jelaskan Islam tak dukung terorisme Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tidak terlihat) mengadakan konferensi pers setelah mereka melakukan pertemuan di Kompleks Presidensial, Ankara, Turki pada 25 Juli 2019. (Mehmet Ali Özcan - Anadolu Agency)

Kuala Lumpur

Ömer Faruk Yıldız

KUALA LUMPUR

Turki, Malaysia dan Pakistan membuat proyek televisi guna memerangi Islamofobia.

Terkait rencana tersebut, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa mereka berupaya menangkis tuduhan bahwa Islam mendukung kegiatan terorisme.

"Kami pikir perlu adanya upaya untuk menjelaskan apa itu Islam agar agama kami tidak dituduh mendukung terorisme," ujar Mahathir saat berbicara kepada media Malaysia.

"Kami menyimpulkan bahwa sebagian besar berita tentang Islam tak sesuai pada kenyataannya dan tidak mencerminkan ajaran Islam. Muslim dicap sebagai teroris,” lanjut PM Malaysia itu.

Mahathir menyayangkan dunia menerima tudingan tak benar itu meski pada kenyataannya Islam tidak memiliki hubungan dengan kekerasan.

Dia menekankan bahwa ketiga negara itu memutuskan untuk memerangi fenomena Islamofobia terkait situasi seperti ini.

Mahathir mengungkapkan bahwa proyek saluran televisi tersebut akan dilaksanakan di bawah divisi komunikasi dan informasi dari ketiga negara itu.

Dalam pertemuan trilateral, di sela-sela sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New York, Turki, Pakistan, dan Malaysia sepakat untuk bersama-sama memerangi fenomena global Islamofobia yang meningkat.

Pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Pakistan Imran Khan dan PM Malaysia Mahathir Mohamad membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang dan bertukar pandang soal perkembangan regional dan global.

Presiden Erdogan, Perdana Menteri Mahathir, dan Perdana Menteri Khan memutuskan untuk membuka saluran televisi berbahasa Inggris yang didedikasikan untuk menghadapi tantangan Islamofobia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.