Pizaro Gozali İdrus
13 Desember 2019•Update: 15 Desember 2019
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan negaranya akan menjadi tujuan ideal bagi investor Qatar untuk mengakses pasar di kawasan ASEAN, lansir Bernama pada Kamis.
Mahathir, yang melakukan kunjungan resmi selama empat hari ke Qatar, menyambut itikad perusahaan Qatar untuk mengelaborasi peluang bisnis di Malaysia, terutama minyak dan gas, produk kimia, pariwisata, perbankan, dan keuangan Islam .
“Saya senang melihat minat yang ditunjukkan komunitas bisnis di sini. Ini adalah platform yang sangat baik bagi kami untuk lebih memahami minat Qatar dan berbagi peluang investasi potensial,” ujar Mahatahir.
Saat ini, kata dia, perusahaan Malaysia seperti Gamuda, UEM, Eversendai, Holiday Villa dan Malaysia Airports telah berinvestasi di Qatar.
Dia mencatat Malaysia stabil dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,6 persen dalam tiga kuartal pertama tahun 2019.
Dengan fundamental ekonomi yang kuat, Malaysia terus menarik investasi asing langsung (FDI), ucap Mahathir.
Mahathir menegaskan Malaysia berusaha mencapai keseimbangan dengan tidak hanya meningkatkan kemudahan berbisnis di tetapi juga memastikan keuntungan dalam jangka panjang.
“Dengan berinvestasi dalam sumber daya manusia, teknologi, dan infrastruktur, ditambah dengan kebijakan pro-bisnis, kami berupaya memberikan lanskap investasi yang optimal untuk memfasilitasi investor,” kata dia.
Bulan lalu, World Bank Doing Business Report 2020 menempatkan Malaysia di peringkat ke-12 dalam kemudahan berbisnis.
“Lompatan ini dari posisi ke-15 tahun lalu menunjukkan komitmen berkelanjutan Malaysia dalam menyediakan lingkungan yang kondusif untuk memfasilitasi investor kami,” terang Mahathir.
Malaysia, kata Mahathir, juga berada di peringkat negara terbaik di dunia untuk berinvestasi atau melakukan bisnis untuk 2019 oleh Majalah CEOWORLD.
Sementara Emerging Market Scorecard 2018 menempatkan Malaysia sebagai pasar paling menarik di Asia.
Qatar adalah mitra ekonomi terpenting kelima di Malaysia dengan total perdagangan antara kedua negara tercatat RM3,72 miliar atau Rp12,5 triliun pada 2018, meningkat 29 persen dibanding tahun 2017.