Muhammad Nazarudin Latief
25 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Dana Moneter Internasional (IMF) terkesan dengan perkembangan ekonomi Malaysia dan disiplin fiskal mereka sebagaimana tercermin dalam langkah-langkah yang dilakukan dalam anggaran 2019.
Direktur pelaksana IMF Christine Lagarde, setelah bertemu dengan gubernur Bank Negara Malaysia, Datuk Nor Shamsiah Mohd Yunus kemarin, menyatakan pandangan positif tentang ekonomi Malaysia.
Dia mengatakan senang melihat pada anggaran 2019 Malaysia kembali ke disiplin fiskal.
"Adalah baik melihat Malaysia membangun kembali penyangganya jika-kalau akan datang hujan," kata Lagarde setelah mengunjungi bank sentral seperti dilansir New Straits Times, Selasa.
Tahun lalu, Malaysia mencatat defisit anggaran sebesar 3,70 persen dari produk domestik bruto (PDB) RM1,43 triliun. Memperlihatkan kenaikan yang cepat dari defisit tiga persen dari PDB pada 2017.
Sejak 2010, Malaysia secara bertahap mempersempit defisit fiskal dari yang tertinggi 6,7 persen dari PDB.
Menteri Keuangan Lim Guan Eng membenarkan bahwa defisit anggaran 2018 telah meningkat menjadi 3,7 persen dari PDB karena pemerintah harus mengakui proyek-proyek yang tidak tercatat, seperti pembiayaan untuk Light Rail Transit 3, sekolah dan bangunan kepolisian, seiring perkembangan pengeluaran.
Tahun ini, Lim telah berjanji akan terus disiplin dalam belanja pemerintah dan memperkirakan defisit anggaran menyempit menjadi 3,4 persen dari PDB.
Untuk 2020, dia berharap akan semakin mempersempit defisit anggaran Malaysia menjadi tiga persen dari PDB.
Lagarde mengakui komitmen pemerintah untuk memerangi korupsi dengan menjadi lebih inklusif dan lebih spesifik tentang apa yang perlu ditingkatkan dalam hal tata kelola.
“Saya senang Perdana Menteri Mahathir (Mohamad) telah menjadikan perang melawan korupsi dan peningkatan tata pemerintahan sebagai prioritasnya.
“Ini demi pendidikan yang lebih baik untuk semua orang Malaysia. Ada juga peningkatan dalam peran wanita, yang saya senang lihat juga merupakan salah satu tujuan yang difokuskan oleh Dr Mahathir. "
Lagarde, yang kemudian bertemu dengan Mahathir dan Lim, mengatakan dia akan berusaha untuk "membandingkan catatan tentang kebijakan moneter, anti-korupsi dan pemerintahan yang baik".