Muhammad Nazarudin Latief
26 April 2019•Update: 27 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Kuala Lumpur akan menjadi “kota pintar” tahun depan setelah proyek percontohan "Malaysia City Brain" Alibaba Cloud selesai.
Dilansir oleh The Star, Manajer umum Alibaba Cloud Malaysia, Kenny Tan mengatakan proyek ini akan menggunakan program kecerdasan buatan Alibaba Cloud serta analisis big data untuk menghasilkan prediksi lalu lintas real time dengan teknologi pengenalan video dan gambar untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota.
Inisiatif ini merupakan replikasi lokal dari ET City Brain Alibaba Cloud, di Hangzhou pada 2016.
Kuala Lumpur adalah kota pertama yang mengadopsi teknologi ini di luar China.
Menurut Kenny, studi percontohan di Kuala Lumpur, yang memerlukan waktu sembilan bulan, menunjukkan waktu perjalanan akan berkurang 12 persen.
“Warga Malaysia akan menghemat lebih dari 10 menit dalam kemacetan lalu lintas. Ini angka yang fantastis bagi saya.
“Teknologi ini akan berdampak pada orang Malaysia seperti di Hangzhou.
“Dampaknya akan terlihat oleh orang Malaysia dalam waktu dekat,” ujar dia.
Jika Pemerintah Kota Kuala Lumpur setuju, proyek ini akan diimplementasikan bertahap pada sekitar 600 persimpangan lalu lintas di Kuala Lumpur.
“Kami juga terbuka untuk memulai di kota-kota lain di negara ini. Kami sedang menunggu pihak berwenang. Begitu mereka setuju, kami akan mulai meluncurkan teknologi yang akan meningkatkan mobilitas untuk orang Malaysia, ”tambah dia.
Alibaba Cloud adalah penyedia platform, sedangkan Malaysia Digital Economy Corp memimpin analisis data dan manajemen proyek sementara Dewan Kota Kuala Lumpur menyediakan akses ke umpan langsung kamera, lampu lalu lintas, dan informasi acara.