Hayati Nupus
10 Desember 2020•Update: 11 Desember 2020
JAKARTA
Jumlah korban jiwa akibat topan Ulysses atau Vamco di Filipina beberapa waktu lalu bertambah menjadi 101 orang dengan 10 lainnya masih hilang, ujar lembaga penanganan bencana Filipina (NDRRMC) pada Kamis.
Sementara korban terluka mencapai 85 orang, dengan 9.343 keluarga atau 37.261 jiwa masih berada di pengungsian.
Ketika topan itu terjadi, jumlah pengungsi mencapai 1,2 juta keluarga atau 4,9 juta jiwa.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah ketimbang super topan Rolly atau Goni, yang menewaskan 25 orang, enam hilang dan 399 terluka.
“[Keparahan] itu karena topan datang berbarengan dengan musim hujan dan La Nina,” ujar juru bicara NDRRMC Mark Timbal pada Kamis, kutip the Philippine Star.
Selain itu, lembaga tersebut juga mencatat nilai kerusakan akibat topan Vamco hingga P20,2 miliar atau Rp5,93 triliun.
Pemerintah telah mengucurkan lebih dari P200 juta atau Rp58,78 triliun bantuan kepada korban.
November lalu, topan Vamco melanda Filipina, setelah negara itu dihantam sederetan topan, yaitu Goni pada awal November, dan Quinta atau Molave pada pertengahan Oktober.
Vamco bergerak dengan kecepatan angin puncak 150 kilometer per jam, hembusan hingga 205 kilometer per jam dan membuat seluruh provinsi di Luzon tenggelam.